PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo gencar melakukan pengembangan wisata alam berkelanjutan dengan konsep 3B: Bromo, Bentar, dan Brermi. Upaya ini bertujuan meningkatkan ekonomi lokal sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam sektor pariwisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menjelaskan bahwa Gunung Bromo tetap menjadi ikon wisata internasional, sementara kawasan Ranu Segaran dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Di lokasi ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan bukit dan air jernih, serta kegiatan seperti bird watching, jalur interpretasi flora-fauna, bersampan tradisional, camping terbatas, dan fotografi alam.
“Pemerintah juga akan meningkatkan akses jalan dan fasilitas dasar ramah lingkungan, seperti toilet bersih, tempat sampah terpilah, dan shelter bagi wisatawan,” ujar Heri, Senin (15/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, konsep pengembangan wisata juga mengintegrasikan unsur budaya masyarakat Tiris, melalui homestay dan kuliner khas, seperti olahan ikan wader dan kopi lokal. Destinasi pendukung seperti Ranuagung dan Ranu Betok diarahkan untuk wisata minat khusus, termasuk meditasi, retreat alam, atau penelitian.
Ranu Gedang berpotensi dikembangkan untuk trekking ringan dan agrowisata, sehingga wisatawan dapat menikmati paket wisata terpadu bernama “Paket Wisata Ranu Tiris”, mengunjungi beberapa ranu dengan tema berbeda dalam satu perjalanan.
Pemkab Probolinggo menekankan penataan dan perlindungan lingkungan, dengan zoning yang jelas: zona inti (perlindungan penuh), zona pemanfaatan terbatas, dan zona pendukung, termasuk pengelolaan sampah mandiri. Edukasi bagi pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian ranu menjadi bagian integral dari pengalaman wisata
Penulis : Moch Solihin







