Pemkab Probolinggo Genjot Wisata 3B, Membuka Pintu Keajaiban Alam dan Budaya

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadisbudpar Probolinggo Heri Mulyadi Bersama Istri Penghijauan Dikawasan Ranu Segaran Kec Tiris

Kadisbudpar Probolinggo Heri Mulyadi Bersama Istri Penghijauan Dikawasan Ranu Segaran Kec Tiris

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo gencar melakukan pengembangan wisata alam berkelanjutan dengan konsep 3B: Bromo, Bentar, dan Brermi. Upaya ini bertujuan meningkatkan ekonomi lokal sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menjelaskan bahwa Gunung Bromo tetap menjadi ikon wisata internasional, sementara kawasan Ranu Segaran dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Di lokasi ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan bukit dan air jernih, serta kegiatan seperti bird watching, jalur interpretasi flora-fauna, bersampan tradisional, camping terbatas, dan fotografi alam.

“Pemerintah juga akan meningkatkan akses jalan dan fasilitas dasar ramah lingkungan, seperti toilet bersih, tempat sampah terpilah, dan shelter bagi wisatawan,” ujar Heri, Senin (15/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, konsep pengembangan wisata juga mengintegrasikan unsur budaya masyarakat Tiris, melalui homestay dan kuliner khas, seperti olahan ikan wader dan kopi lokal. Destinasi pendukung seperti Ranuagung dan Ranu Betok diarahkan untuk wisata minat khusus, termasuk meditasi, retreat alam, atau penelitian.

Ranu Gedang berpotensi dikembangkan untuk trekking ringan dan agrowisata, sehingga wisatawan dapat menikmati paket wisata terpadu bernama “Paket Wisata Ranu Tiris”, mengunjungi beberapa ranu dengan tema berbeda dalam satu perjalanan.

Pemkab Probolinggo menekankan penataan dan perlindungan lingkungan, dengan zoning yang jelas: zona inti (perlindungan penuh), zona pemanfaatan terbatas, dan zona pendukung, termasuk pengelolaan sampah mandiri. Edukasi bagi pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian ranu menjadi bagian integral dari pengalaman wisata

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB