SUMENEP — Di tengah gembar-gembor seremonial dan klaim pelayanan unggulan, warga Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, kembali dibuat geram dengan pemadaman listrik mendadak yang terjadi hari ini, Minggu, 28 Desember 2025.
Bukan hanya sekali atau dua kali, masalah klasik ini telah menjadi langganan yang membuat masyarakat muak dan frustrasi dengan wajah asli pelayanan PLN yang dianggap amburadul.
“Kalau pemadaman listrik di Kecamatan Dungkek, khususnya di Desa Jadung, ini sudah seperti penyakit yang tak ada obat. Sering padam seenaknya tanpa pemberitahuan. Sudah muak dengan PLN,” keluh Sahid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerugian akibat listrik padam mendadak begitu nyata.
Sahid bahkan menceritakan dampak serius yang dialami keluarganya.
“Pekerjaan rumah jadi tertunda, kulkas harus mati, dan beberapa peralatan elektronik sering rusak karena penyakit PLN ini. Ini sudah keterlaluan. Kalau cuacanya mendung atau gerimis, listrik pasti padam. Kami ingin kepastian kapan listrik dipadamkan, agar bisa menyesuaikan aktivitas sehari-hari,” tegas Sahid.
Warga lainnya, Abdul, turut menyoroti ketidaksiapan PLN dalam menangani masalah ini.
“Kami bayar listrik, tapi pelayanan yang kami terima jauh dari kata layak. Pemadaman listrik harus disertai pemberitahuan agar masyarakat bisa bersiap. PLN jangan hanya mengandalkan slogan atau iklan, tapi harus profesional di lapangan,” ujarnya.
Kasus ini menegaskan bahwa di balik program unggulan dan klaim pelayanan terbaik, wajah asli PLN masih jauh dari harapan masyarakat. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PLN Sumenep, meninggalkan warga dalam ketidakpastian yang berulang dan menimbulkan frustrasi mendalam.
Pemadaman listrik yang berulang kali terjadi di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, bukan hanya gangguan teknis biasa. Ini telah menjadi masalah sistemik yang merugikan masyarakat mulai dari pelajar yang tidak bisa belajar, ibu rumah tangga yang kesulitan mengurus pekerjaan rumah, hingga pelaku usaha yang terganggu operasionalnya. Di balik klaim program unggulan dan pelayanan terbaik, fakta di lapangan menunjukkan wajah asli pelayanan PLN yang amburadul dan tidak profesional.
Warga berhak mendapatkan kepastian, jadwal yang jelas, dan pemberitahuan sebelum pemadaman agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Kini saatnya PLN tidak hanya mengandalkan slogan dan iklan, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan yang konsisten, bertanggung jawab, dan berpihak pada masyarakat. Kegagalan ini harus menjadi pelajaran, bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan, tetapi bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dijaga dan dilayani dengan serius.
Penulis : Redaksi








