Angka Jomplang Konser Valen: Rp1,1 Miliar Terbuka di Pamekasan, Donatur Puluhan Juta di Sumenep Tak Jelas

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana Konser Valen bertajuk kemanusiaan di Kabupaten Sumenep. Di balik panggung megah dan sorak penonton, hasil donasi hanya Rp70,6 juta dan daftar nama donatur yang sempat diumumkan tiba-tiba lenyap, memicu tanda tanya publik soal transparansi penggalangan dana.

Foto: Suasana Konser Valen bertajuk kemanusiaan di Kabupaten Sumenep. Di balik panggung megah dan sorak penonton, hasil donasi hanya Rp70,6 juta dan daftar nama donatur yang sempat diumumkan tiba-tiba lenyap, memicu tanda tanya publik soal transparansi penggalangan dana.

SUMENEP, Minggu, 4/1/2026- Konser amal bertajuk kemanusiaan untuk Aceh–Sumatera yang digelar megah dan penuh sorak-sorai di Kabupaten Sumenep pada Jumat, 2 Januari 2026, justru meninggalkan aroma janggal.

Di balik gemerlap panggung dan artis nasional, hasil donasi yang terkumpul hanya Rp70.607.000, angka yang dinilai mengenaskan dan jauh dari kata masuk akal.

Yang lebih mengundang kecurigaan, nama-nama donatur yang sebelumnya terpampang di papan dan diumumkan ke publik tiba-tiba lenyap tanpa jejak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siapa saja penyumbang dari kalangan pejabat, pengusaha, atau donatur besar yang konon menyumbang jutaan hingga puluhan juta rupiah kini berubah menjadi misteri gelap.

Publik pun dibuat mengernyitkan dahi. Sumenep bukan daerah miskin dermawan.

Kabupaten ini dikenal memiliki banyak pejabat, pengusaha sukses, hingga orang-orang berada yang selama ini kerap tampil di panggung sosial dan kemanusiaan.

Namun hasil konser amal ini justru bertolak belakang dengan ekspektasi publik.

Data penggalangan dana menunjukkan, relawan yang berkeliling menyasar penonton hanya mampu menghimpun Rp49.357.000, sementara donasi dari atas panggung tercatat Rp21.250.000.

Total keseluruhan berhenti di angka Rp70.607.000. Ironisnya, tak satu pun nama donatur, perusahaan, atau lembaga yang dirinci secara terbuka.

Aktivis Jawa Timur, Nurul Qomar, secara terbuka menyebut kondisi ini menciptakan kesan bahwa konser megah tersebut lebih sibuk membangun panggung hiburan ketimbang menghadirkan empati nyata.

“Mustahil konser semegah itu, artis nasional, panggung besar, tamu elite—hanya menghasilkan donasi puluhan juta. Ini patut dicurigai. Jangan-jangan ada drama ketidakberesan di balik konser kemanusiaan ini,” tegas Nurul.

Ia juga menyoroti minimnya transparansi penyelenggara yang dinilai mencederai semangat kemanusiaan.

“Donaturnya siapa? Dari mana saja? Nilainya berapa? Tidak ada kejelasan. Padahal sebelumnya nama-nama donatur sudah ditulis dan diketahui publik. Ini bukan sekadar soal angka, tapi soal kejujuran,” katanya.

Menurut Nurul, tanpa keterbukaan, publik berhak curiga bahwa misi sosial hanya dijadikan bungkus legitimasi bagi sebuah hiburan mahal.

Kecurigaan publik makin menguat ketika hasil konser di Sumenep dibandingkan dengan daerah lain. Di Pamekasan, konser serupa justru berhasil menghimpun donasi fantastis hingga Rp1,112 miliar, dengan daftar donatur diumumkan secara terbuka, mulai dari pejabat, pengusaha, hingga komunitas masyarakat.

“Apakah para pengusaha di Sumenep menutup mata? Atau jangan-jangan ada yang bermain di balik konser yang mengatasnamakan panggung kemanusiaan ini?” tandas Nurul.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi penyelenggaraan konser amal di Sumenep.

Tanpa transparansi, tanpa hasil signifikan, dan tanpa keberanian membuka identitas donatur, konser kemanusiaan berisiko berubah menjadi panggung hiburan mewah yang miskin empati.

Hingga kini, pertanyaan besar masih menggantung di ruang publik,
Rp70 juta itu sebenarnya untuk siapa, dan siapa yang sesungguhnya menyumbangkannya?

Penulis : **

Berita Terkait

Di Momentum 1 Muharram, Detikzone.id Buktikan Dakwah Tak Hanya dari Mimbar, Hari Ke-16 Program Berbagi Setiap Hari Kembali Santuni Anak Yatim Sumenep
Sambut 1 Muharram 1448 H, SDN Panaongan III Sumenep Gelar Pengajian Akbar: KH. Mohammad Muslih Adnan Tekankan Pentingnya Otak, Akhlak, dan Iman
Masjid Besar Sa’adatuddarain dan Puskesmas Sangkapura Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis
CV Ayunda Pamekasan Guncang Momentum 1 Muharram dengan Gerakan 1.000 Santunan Yatim: Kisah Lahir dari Luka Seorang Yatim yang Kini Jadi Penggerak Kebaikan
Detikzone.id Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Founder BIP Ali Zainal Abidin, Sosok Inspiratif yang Menjadi Lentera Kemanusiaan
1 Suro dan Perayaan Ultah ke-46 Founder BIP Ali Zainal Abidin di Pamekasan, Penuh Haru, Sedekah Ratusan Juta dan Doa Keluarga
Momentum Suci 1 Muharram, PT. Singo Pakso Jaya Abadi Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H dan Serukan Penguatan Spiritualitas
Sambut 1 Muharram 1448 H, Bos CV Ayunda Pamekasan H Bambang Budianto Ajak Masyarakat Menjemput Keberkahan dan Memperkuat Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:44 WIB

Di Momentum 1 Muharram, Detikzone.id Buktikan Dakwah Tak Hanya dari Mimbar, Hari Ke-16 Program Berbagi Setiap Hari Kembali Santuni Anak Yatim Sumenep

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:47 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, SDN Panaongan III Sumenep Gelar Pengajian Akbar: KH. Mohammad Muslih Adnan Tekankan Pentingnya Otak, Akhlak, dan Iman

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:08 WIB

Masjid Besar Sa’adatuddarain dan Puskesmas Sangkapura Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:56 WIB

CV Ayunda Pamekasan Guncang Momentum 1 Muharram dengan Gerakan 1.000 Santunan Yatim: Kisah Lahir dari Luka Seorang Yatim yang Kini Jadi Penggerak Kebaikan

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:17 WIB

Detikzone.id Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Founder BIP Ali Zainal Abidin, Sosok Inspiratif yang Menjadi Lentera Kemanusiaan

Berita Terbaru