Budaya Dongeng Mulai Memudar di Kalangan Anak Milenial

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang- Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa kaya akan budaya, warisan Kekayaan itu tidak hanya tercermin dalam ragam tarian, musik, atau busana tradisional saja ,akan tetapi juga dalam tradisi lisan yang hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat. Salah satunya adalah budaya dongeng, yang sarat makna, seni bertutur atau mendongeng. Melalui tuturan, nilai-nilai kehidupan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, menjaga bahasa dan tradisi bertutur sejatinya adalah upaya menjaga jati diri dan kebudayaan bangsa.

Menurut Muhtamam Hasani ketua Kampung Dongeng Kabupaten Pemalang atau yang lebih akrab disapa Kak Amam oleh kalangan anak-anak,

Dongeng atau cerita kepada anak, merupakan media komunikasi sekaligus media penanaman nilai yang efekrif untuk anak,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan mendongeng anak tidak merasa digurui, tidak merasa disuruh suruh, tapi dengan kesadaran sendiri mereka akan mengerti dan melakukan hal hal baik yang dipesankankan dalam dongeng atau cerita,” ujar Kak Amam, pada Selasa (12/1 ).

Menceritakan dongeng pada anak sejak dini, bermanfaat sekali untuk daya perkembangan anak, Mereka akan di tuntut untuk berfikir dan membayangkan suatu cerita yang dengarkannya,lalu anak akan timbul berimajinasi dengan daya otak.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, sebetulnya animo Mendongeng untuk anak-anak masih cukup bagus,akan tetapi sayang pihak Pemerintah lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kurang maksimal dalam melestarikan, budaya asli Nusantara tersebut,

“Sangat antusias, meraka sangat suka, buktinya mereka mengikutinya sampai selesai dan ingin lagi didongengin kembali,” tambah Kak Amam.

Pegiat dunia anak dan mantan Anggota DPRD kabupaten Pemalang, menyayangkan belum maksimalnya Dinas terkait,dalam mempertahankan budaya serta kearifan lokal ini,

” Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang,Pernah juga adakan pelatihan mendongeng untuk para Guru, hanya saja sayang belum ada tindak lanjut,” tutupnya.

Saat ini minat membaca dongeng di kalangan anak generasi milenial mulai memudar, bisa kita lihat usia balita dan anak kurang dibiasakan mendengarkan dongeng atau cerita pendek yang di sampaikan secara langsung oleh orang tuanya.

Biasanya, dari mereka memilih menggunakan telfon genggam atau handphone untuk melatih daya otak anak. Peran orang tua disini sangatlah penting karena pendidikan anak yang pertama ia dapatkan di dalam rumah.

Dongeng adalah cerita pendek yang tidak benar-benar terjadi atau fiktif (yang dibuat-buat). Terdapat beberapa jenis dongeng di antaranya,

*Fabel*
Cerita yang karakter utama nya ialah hewan atau tumbuhan yang berperilaku seperti manusia.

*Cerita jenaka*
Cerita yang memberikan efek yang membacanya akan tertawa.

*Cerita legenda*
Cerita asal-usul tempat di suatu daerah.

*Cerita mitos*
Merupakan cerita yang dari kepercayaan masyarakat di suatu daerah.

*Cerita sage*
Cerita yang terdapat unsur sejarah dan telah tercampur dengan fantasi rakyat.

*Cerita parabel*
Cerita yang berunsur pendidikan dan keagamaan.
Dokumentasi Pribadi
Peran orang tua di sini dimaksudkan memberikan pendidikan pertama terhadap anak mengenai bagaimana dalam pembentukan karakteristik kebiasaan anak.

Jangan membiasakan anak sejak dini di tuntun menonton lewat handphone. Karena, dampak yang terjadi sangat kurang baik untuk anak yaitu, akan mempengaruhi perkembangannya anak, berkurangnya perkembangan otak anak, anak akan menjadi pribadi yang tertutup, kurang beradaptasi, suka menyendiri, melakukan kekerasan, dan memudarnya kreativitas anak.

Menceritakan dongeng pada anak sejak dini bermanfaat sekali untuk daya perkembangan anak. Mereka akan di tuntut untuk berfikir dan membayangkan suatu cerita yang ia dengarkan lalu anak akan timbul berimajinasi dengan daya otak.( Ragil ).

Penulis : Ragil

Berita Terkait

Pimpin Sertijab Kasat Lantas dan Kapolsek Taman, Kapolres Pemalang Apresiasi Dedikasi Pejabat Lama
Lapas Cipinang Diganjar Penghargaan UIN, Bukti Pembinaan Humanis dan Kolaboratif
Pelantikan Pengurus Ranting PGRI Gugus I Sangkapura, Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan
PKDI Sumenep Hadiri Pengukuhan DPD Jatim di Surabaya, Tegaskan Soliditas Satu Komando Bersama Sampai Akhir
Lapas Kendal Jalin Sinergi dengan Kepala Desa Wonosari Perkuat Program Desa Binaan
Korwil V Bawean Gelar Lomba Mewarnai Damar Kurung dalam Rangka Hardiknas 2026
Di Tengah Gempuran Mafia Cukai oleh KPK, Rokok Bodong Malang Masih Aman Sentosa, Aktivis Desak Periksa KRS yang Diduga Jadi Otak Rokok Bodong Jaringan Gelap
Nasi Grombyang Kuliner Khas Pemalang Tak Lekang Ditelan Jaman

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:52 WIB

Pimpin Sertijab Kasat Lantas dan Kapolsek Taman, Kapolres Pemalang Apresiasi Dedikasi Pejabat Lama

Rabu, 29 April 2026 - 14:50 WIB

Lapas Cipinang Diganjar Penghargaan UIN, Bukti Pembinaan Humanis dan Kolaboratif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Pelantikan Pengurus Ranting PGRI Gugus I Sangkapura, Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan

Rabu, 29 April 2026 - 14:05 WIB

PKDI Sumenep Hadiri Pengukuhan DPD Jatim di Surabaya, Tegaskan Soliditas Satu Komando Bersama Sampai Akhir

Rabu, 29 April 2026 - 13:45 WIB

Lapas Kendal Jalin Sinergi dengan Kepala Desa Wonosari Perkuat Program Desa Binaan

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Polres Sumenep Jalani Audit Kinerja 2026

Rabu, 29 Apr 2026 - 20:32 WIB