Sumenep – Aktivis Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) Koordinator Daerah Sumenep mengejutkan publik dengan desakan keras kepada Kementerian Keuangan RI untuk menghentikan sementara realisasi anggaran Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Sumenep.
Roby Tri Sulaiman, juru bicara Dear Jatim Sumenep, mengungkapkan temuan mengkhawatirkan di lapangan: apel busuk, telur busuk, dan makanan tak layak konsumsi dibagikan kepada siswa.
“Ini jelas mencederai tujuan MBG yang seharusnya meningkatkan gizi anak, bukan membahayakan mereka,” tegas Roby, Sabtu (17/01/2026).
Tak hanya soal kualitas makanan, Dear Jatim menuding adanya praktik korupsi, mark-up harga, penggunaan bahan berkualitas rendah, serta lemahnya pengawasan dalam distribusi MBG.
Transparansi program disebut nyaris nihil, data penerima manfaat hingga menu makanan tertutup rapat dari publik.
“Pengelolaan MBG yang tertutup membuka ruang diskriminasi, potensi penyimpangan, bahkan konflik kepentingan,” lanjut Roby.
Beberapa mitra pelaksana program disebut memiliki afiliasi dengan politikus, pejabat, bahkan aparat militer, tanpa proses seleksi terbuka.
Dear Jatim menuntut tindakan tegas pemerintah pusat agar menghentikan sementara realisasi anggaran MBG di Sumenep, melakukan audit menyeluruh atas pelaksanaan MBG, membuka seluruh data MBG untuk publik, menindak tegas pihak yang terbukti melakukan penyimpangan, memutus kerja sama dengan mitra yang memiliki afiliasi politik, militer, atau pejabat.
Roby memperingatkan, jika tidak ada tindakan cepat dari pemerintah pusat, Program MBG bisa berubah menjadi ladang korupsi baru, yang merugikan anak-anak sekaligus membebani keuangan negara.
“Apel busuk ini bukan sekadar simbol, tapi alarm nyata bahwa anak-anak kita berisiko!” pungkas Roby dengan nada tegas.
Penulis : Redaksi







