SUMENEP — Koordinator Penyuluh (Korluh) Kecamatan Manding bersama Polsek setempat menggelar demonstration plot (demplot) budidaya jagung hibrida varietas B89 di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Manding.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan inovasi budidaya jagung hibrida kepada para petani, terutama mereka yang selama ini masih menanam jagung lokal.
Korluh Kecamatan Manding, Achmad Syarif Nur F, S.P., M.P., menegaskan, demplot tersebut memberikan gambaran nyata kepada petani mengenai keunggulan produktivitas jagung hibrida.
“Kami ingin petani melihat langsung hasilnya di lapangan. Jagung hibrida varietas B89 ini memiliki produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan jagung lokal dan sangat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan jagung,” tegasnya, Kamis pagi (22/1/2026).
Menurut Achmad, demplot di lahan BPP menjadi sarana pembelajaran efektif karena petani dapat menyaksikan langsung proses budidaya hingga hasil panen.
“Petani tidak harus langsung beralih sepenuhnya. Cukup mencoba terlebih dahulu. Dari pengalaman dan hasil yang ada, produktivitas jagung hibrida bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan jagung lokal,” tambahnya.
Ia menekankan, kegiatan demplot ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai pemicu perubahan pola tanam petani di Kecamatan Manding.
“Kami berharap demplot ini benar-benar mendorong petani untuk mengadopsi jagung hibrida, sehingga dapat mendukung target swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui sinergi antara penyuluh pertanian dan aparat kepolisian, kepercayaan petani terhadap inovasi budidaya jagung hibrida diharapkan meningkat dan diikuti oleh perluasan adopsi di tingkat lapangan.
Penulis : Redaksi







