Akad Nikah Farah- Ajay Sukses Digelar, Kades Pinggirpapas Sumenep Haji Ubaid Siap Lanjutkan Tradisi Ngunduh Mantu 28 Januari 2026

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Akad nikah Ajay Ichwan Pamungkas, S.H. dan Siti Safaratul Aqidah, S.M. berlangsung khidmat di kediaman mempelai wanita, Senin (26/1/2026). Keluarga besar, termasuk Kepala Desa Pinggirpapas H. Ubaid Abdul Hayat, terlihat bahagia menyaksikan momen sakral ini, yang menjadi awal perjalanan rumah tangga penuh berkah dan tradisi.

Keterangan Foto: Akad nikah Ajay Ichwan Pamungkas, S.H. dan Siti Safaratul Aqidah, S.M. berlangsung khidmat di kediaman mempelai wanita, Senin (26/1/2026). Keluarga besar, termasuk Kepala Desa Pinggirpapas H. Ubaid Abdul Hayat, terlihat bahagia menyaksikan momen sakral ini, yang menjadi awal perjalanan rumah tangga penuh berkah dan tradisi.

SUMENEP — Akad nikah merupakan puncak dari rangkaian pernikahan yang sarat nilai ibadah dan tanggung jawab. Momentum sakral itu telah dilalui dengan khidmat oleh Ajay Ichwan Pamungkas, S.H., putra dari Haji Ubaid dan Ibu Helmiwati, dengan Siti Safaratul Aqidah, S.M., putri dari Muhammad Nurhasan & Ibu Sahriyati, pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di rumah mempelai wanita.

Prosesi akad berlangsung penuh kekhusyukan disaksikan keluarga dan kerabat dekat.

Dengan terucapnya ijab kabul, kedua mempelai resmi terikat dalam ikatan pernikahan yang sah secara agama dan negara, menandai dimulainya fase baru kehidupan berumah tangga yang diharapkan dilandasi keimanan, kesetiaan, dan tanggung jawab bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai wujud pelestarian adat dan penguatan silaturahmi, keluarga besar mempelai pria yang dipimpin Kepala Desa Pinggirpapas, H. Ubaid Abdul Hayat, akan melaksanakan ngunduh mantu pada Rabu, 28 Januari 2026. Acara ini direncanakan berlangsung di Aula Tuan Gubhe, Gedung Bahaudin Universitas Bahaudin (UNIBA), Jalan Raya Lenteng No. 10, Batuan, Kabupaten Sumenep.

Dalam tradisi masyarakat Madura, ngunduh mantu memiliki makna mendalam sebagai simbol penerimaan mempelai perempuan ke dalam keluarga besar mempelai laki-laki. Selain itu, tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan serta menumbuhkan nilai kebersamaan dan rasa syukur.

H. Ubaid Abdul Hayat mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaannya atas terselenggaranya akad nikah putranya. Ia menyampaikan doa dan harapan agar kedua mempelai mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh ketenangan dan keberkahan.

“Sebagai orang tua, kami berharap mereka dapat saling menjaga, saling menguatkan, dan menjadikan pernikahan ini sebagai ladang ibadah. Semoga keluarga yang dibangun menjadi keluarga yang harmonis dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Pihaknya juga berharap rangkaian pernikahan ini menjadi teladan tentang pentingnya menjaga nilai agama dan adat istiadat dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus memperkuat silaturahmi antar sesama.

Pernikahan bukan hanya tentang pesta atau seremoni, tetapi juga sarana menanamkan nilai tanggung jawab, silaturahmi, dan penghormatan terhadap budaya. Akad nikah Ajay Ichwan Pamungkas dengan Siti Safaratul Aqidah dan rangkaian ngunduh mantu menjadi contoh bagaimana tradisi dan agama berjalan seiring, sekaligus menjadi momentum edukatif bagi generasi muda untuk memahami arti keluarga, komitmen, dan nilai-nilai luhur adat Madura.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Istiqamah 45 Hari Berbagi di Sumenep, Detikzone.id Menjadikan Kepedulian sebagai Napas Jurnalisme
Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat
Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa
Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya
Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa
BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan
BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang
Miskomunikasi Bantuan Rp2 Miliar BIP di Griya Lansia Malang dan Penyematan Nama Ibunda, Bang Ali: Salahkah Saya Menyematkan Nama Orang Tua Saya?

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:43 WIB

Istiqamah 45 Hari Berbagi di Sumenep, Detikzone.id Menjadikan Kepedulian sebagai Napas Jurnalisme

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:21 WIB

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30 WIB

Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya

Senin, 13 Juli 2026 - 17:55 WIB

Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 12:46 WIB

BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan

Berita Terbaru