Kekayaan Bupati Bogor Meroket 35 Persen, Ketua NGO KBB: Publik Bukan Iri, Tapi Sedang Mencatat

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Kenaikan harta kekayaan Bupati Bogor yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kembali memantik perhatian publik. Data e-LHKPN KPK menunjukkan kekayaan Bupati Bogor Rudy Susmanto naik sekitar 35 persen atau bertambah Rp3,28 miliar dalam satu tahun, dari Rp9,3 miliar menjadi Rp12,6 miliar per 31 Desember 2025.

Menanggapi hal tersebut, Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB) yang juga menjabat Ketua BPI KPN PA RI Kabupaten Bogor, Rizwan Riswanto, menilai reaksi publik yang muncul di media sosial merupakan sesuatu yang wajar dalam iklim demokrasi terbuka. Menurutnya, transparansi data pejabat publik memang selalu beriringan dengan tafsir masyarakat.

“Komentar netizen yang hanya menulis ‘kan’ itu jangan dibaca berlebihan. Itu bukan tuduhan, bukan pula vonis. Itu bahasa publik yang sedang mengingatkan bahwa mereka tidak sekadar menonton, tapi mencatat,” ujar Rizwan, Selasa (27/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizwan menegaskan, LHKPN adalah instrumen administratif yang sah dan wajib dilaporkan oleh setiap penyelenggara negara. Namun ketika angka-angka tersebut beredar luas, publik berhak memberi respons sesuai cara pandang mereka, terlebih di tengah situasi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan.

“Publik hari ini relatif lebih dewasa. Mereka tidak serta-merta menuduh, tapi juga tidak lagi mudah terkesan. Satu kata singkat bisa jadi bentuk ekspresi kelelahan sosial melihat pola yang berulang,” katanya.

Ia juga menyoroti lonjakan pada pos harta bergerak lainnya yang secara angka cukup signifikan. Meski demikian, Rizwan menekankan bahwa kategori tersebut tetap sah secara aturan dan tercantum dalam mekanisme pelaporan resmi KPK.

“Masalahnya bukan pada sah atau tidak sah, tapi pada jarak pemahaman. Istilah administratif sering kali terasa asing bagi publik, sehingga memunculkan persepsi yang beragam. Di sinilah pentingnya komunikasi yang utuh,” ujarnya.

Menurut Rizwan, transparansi tidak boleh berhenti pada kewajiban formal semata. Ia harus diikuti dengan upaya membangun kepercayaan publik melalui kinerja nyata, kebijakan yang dirasakan langsung, serta narasi yang menyejukkan.

“Kalau kinerja pemerintah daerah kuat dan dirasakan masyarakat, angka-angka itu akan dibaca dengan lebih tenang. Tapi kalau jarak sosial masih terasa, maka data sekecil apa pun akan memantik tafsir,” ucapnya.

Ia menambahkan, kritik dan sindiran publik seharusnya dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial, bukan ancaman.

“Demokrasi itu bukan soal semua orang setuju, tapi soal ruang bagi perbedaan pendapat yang sehat,” pungkas Rizwan.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Api Perjuangan Bung Karno Menyala di Madura, 113 Peserta Berebut Piala Bupati Sumenep
Taufiq Hidayat Menang Telak di Pilkades PAW Sumberanyar Situbondo, Raih Suara Tertinggi dan Kantongi Amanah Warga
Dari Ruang Pelatihan ke Ruang Pelayanan, ASN Probolinggo Didorong Buktikan Kinerja Nyata
Mbak Wali Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak di Haflah Tasyakur Akhirussanah Lembaga Pendidikan Yayasan Ponpes Al Amien 
Bumdes Kebunagung Sumenep Panen Telur, Polisi Hadir Dorong Kemandirian Pangan
Jejak Digital ASN Diskominfo Sumenep Berbuah Penghargaan Nasional, Gunawan Sujana Raih Juara 3 Kategori ASN Ajak ASN di HUT BKN
Dari Perjuangan Merantau hingga Gelar Majelis Sholawat, Kisah Inspiratif Sol Penjual Nasi Rawon dan Pecel di Bawean
Sowan Ulama, Mbak Wali dan Gus Qowim Perkuat Spiritual Kota Kediri Menjelang Tahun Baru Islam

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:25 WIB

Api Perjuangan Bung Karno Menyala di Madura, 113 Peserta Berebut Piala Bupati Sumenep

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:46 WIB

Dari Ruang Pelatihan ke Ruang Pelayanan, ASN Probolinggo Didorong Buktikan Kinerja Nyata

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:15 WIB

Mbak Wali Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak di Haflah Tasyakur Akhirussanah Lembaga Pendidikan Yayasan Ponpes Al Amien 

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:53 WIB

Bumdes Kebunagung Sumenep Panen Telur, Polisi Hadir Dorong Kemandirian Pangan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:51 WIB

Jejak Digital ASN Diskominfo Sumenep Berbuah Penghargaan Nasional, Gunawan Sujana Raih Juara 3 Kategori ASN Ajak ASN di HUT BKN

Berita Terbaru