Sumenep – SDN Prancak II terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Rutin Paguyuban Wali Murid Kelas 1A dan 1B Tahun Ajaran 2026–2027 yang digelar pada Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menjadi awal dari agenda rutin bulanan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun ajaran sebagai ruang komunikasi, evaluasi, sekaligus penguatan sinergi antara guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
Program ini merupakan inisiatif Guru Kelas 1A Maufiroh, S.Pd. dan Guru Kelas 1B Naufil Hasbie, S.Pd. yang memiliki komitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari keluarga di rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan perdana diawali dengan istighosah dan doa bersama yang dipimpin oleh Guru Pendidikan Agama Islam, Abdul Wasik, S.Ud. Suasana berlangsung khidmat ketika seluruh guru dan wali murid memanjatkan doa agar peserta didik senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karimah.
Memasuki sesi utama, masing-masing guru kelas menyampaikan laporan perkembangan belajar dan karakter peserta didik selama bulan pertama pembelajaran. Tidak hanya capaian akademik, laporan juga memuat perkembangan kedisiplinan, kebiasaan belajar, kemampuan bersosialisasi, hingga sikap peserta didik selama berada di lingkungan sekolah.

Yang menarik, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian laporan dari guru kepada orang tua. Para wali murid juga diberi kesempatan menyampaikan kondisi dan perkembangan anak selama berada di rumah melalui lembar refleksi orang tua. Pola komunikasi dua arah tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan setiap peserta didik sehingga sekolah dan keluarga dapat bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi anak.
Dalam kesempatan yang sama, SDN Prancak II juga memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui program MAJARLEHA (Malem Ajar Lebat Hape). Para wali murid mendapatkan sosialisasi sekaligus praktik penggunaan aplikasi Zoom Meeting yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai media belajar malam.
Melalui MAJARLEHA, gawai yang selama ini sering dianggap mengganggu konsentrasi belajar justru diarahkan menjadi sarana pendidikan yang produktif. Anak-anak akan memperoleh pendampingan membaca, menulis, berhitung, serta penguatan materi pembelajaran dari rumah dengan bimbingan guru dan dukungan orang tua.
Antusiasme para wali murid tampak begitu tinggi sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan, hingga mencoba langsung penggunaan aplikasi Zoom Meeting sebagai bekal mendampingi putra-putri mereka saat mengikuti pembelajaran malam.
Kepala SDN Prancak II, Taslim, S.Pd.SD mengapresiasi lahirnya program Paguyuban Wali Murid yang diinisiasi oleh guru kelas. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila sekolah dan keluarga berjalan dalam satu irama.
> “Kami ingin membangun budaya baru di SDN Prancak II, yaitu tidak ada lagi sekat antara sekolah dan orang tua. Anak-anak tidak cukup hanya dipantau saat berada di kelas, tetapi juga harus mendapat perhatian dan pendampingan ketika berada di rumah. Ketika guru dan orang tua saling berbagi informasi serta saling menguatkan, maka tidak ada ruang bagi anak untuk kehilangan arah dalam proses pendidikannya,” tegas Kamilul Himam.
Ia juga menilai kehadiran program MAJARLEHA menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi sahabat pendidikan apabila dimanfaatkan secara tepat.
> “Hari ini kita tidak bisa menjauhkan anak dari gawai, tetapi kita bisa mengubah cara mereka menggunakannya. Melalui MAJARLEHA, kami ingin menunjukkan bahwa handphone bukan hanya untuk hiburan, melainkan juga dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan, interaktif, dan produktif. Ini adalah bentuk adaptasi sekolah terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter,” tambahnya.
Sementara itu, Guru Kelas 1A, Maufiroh, S.Pd., menegaskan bahwa Paguyuban Wali Murid bukan sekadar forum pertemuan rutin, melainkan wadah membangun kepercayaan dan kemitraan yang berkelanjutan.
> “Kami berharap setiap pertemuan menjadi ruang terbuka untuk saling mendengar, saling memahami, dan saling mencari solusi terbaik bagi perkembangan anak. Karena sesungguhnya pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang dikerjakan bersama-sama oleh guru dan orang tua,” ujarnya.
Melalui Paguyuban Wali Murid yang akan dilaksanakan setiap bulan, SDN Prancak II berharap tercipta hubungan yang semakin harmonis antara sekolah dan keluarga. Sinergi tersebut diyakini mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas, sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, serta berakhlakul karimah sesuai dengan visi dan misi sekolah.
“Ketika sekolah dan orang tua bergandengan tangan, tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk diwujudkan. Dari ruang kelas yang sederhana, masa depan bangsa sedang dipersiapkan dengan penuh cinta, doa, dan kolaborasi.”







