SUMENEP, detik.zone.id — Sakit flu tidak menghalangi langkah Davina Mufarrohah Sunardi, siswi SDN Panaongan III, untuk menorehkan prestasi. Dalam kondisi kesehatan yang kurang prima, Davina justru berhasil meraih Juara 3 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Ajang Talenta Daerah Jenjang SD Tingkat Kabupaten Sumenep Tahun 2026, yang digelar di SDN Karang Duak I, Kamis (24/9/2026).
Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena Davina mengikuti lomba dalam kondisi tubuh yang belum sepenuhnya pulih. Sejak Selasa sebelum pelaksanaan lomba, ia mengalami flu dan masih merasakan kondisi tersebut hingga malam menjelang keberangkatan.
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mundur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Davina tetap berangkat, mengikuti lomba secara luring, dan berusaha memberikan kemampuan terbaiknya hingga akhirnya namanya dipanggil sebagai salah satu peraih juara.
Dari Pantiga, Tradisi Juara Terus Terjaga
Prestasi Davina sekaligus memperpanjang catatan panjang SDN Panaongan III dalam ajang FTBI.
Sejak 2022, selama empat tahun berturut-turut, sekolah yang berada di Kecamatan Pasongsongan tersebut selalu memiliki siswa-siswi yang berhasil meraih prestasi dalam ajang FTBI tingkat Kabupaten Sumenep.
Tradisi tersebut semakin kuat dalam dua tahun terakhir.
Pada FTBI Tahun 2024, SDN Panaongan III berhasil meraih Juara 3 Lomba Menembang dan Juara 2 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura tingkat Kabupaten Sumenep.
Kemudian pada FTBI Tahun 2025, prestasi Pantiga kembali meningkat. Perwakilan SDN Panaongan III berhasil meraih Juara 1 Lomba Menembang tingkat Kabupaten Sumenep, yang kemudian berlanjut ke tingkat Provinsi Jawa Timur dan berhasil meraih Juara 3 Lomba Menembang FTBI tingkat Jawa Timur.
Kini, pada FTBI 2026, giliran Davina Mufarrohah Sunardi yang kembali menempatkan nama SDN Panaongan III di jajaran peraih prestasi dengan merebut Juara 3 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura tingkat Kabupaten Sumenep.
Bangga, Haru dan Bersyukur
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd., yang turut mengantar dan mendampingi siswanya dalam FTBI 2026 mengaku bangga, haru, sekaligus bersyukur.
Ia mengaku sejak awal tidak terlalu berharap Davina bisa meraih juara karena kondisi kesehatannya sedang kurang baik.
> “Saya merasa bangga, haru, sekaligus bersyukur. Terus terang, saya sama sekali tidak menyangka Davina bisa meraih Juara 3, karena sejak hari Selasa kondisinya sedang flu dan bahkan sampai malam menjelang lomba masih belum benar-benar pulih,” ungkap Agus.
Menurutnya, keberhasilan Davina menjadi pengalaman berharga bahwa keterbatasan kondisi bukan alasan untuk kehilangan keberanian.
Bagi Agus, trofi yang dibawa pulang Davina juga memiliki makna lebih luas karena kembali membawa nama Kecamatan Pasongsongan ke panggung prestasi tingkat Kabupaten Sumenep.
> “Kami sangat bersyukur karena dari Kecamatan Pasongsongan, SDN Panaongan III kembali bisa memberikan trofi kejuaraan. Ini bukan hanya kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Kecamatan Pasongsongan,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
> “Kami tetap optimistis tahun depan SDN Panaongan III bisa kembali menorehkan prestasi di ajang FTBI. Yang penting adalah terus memberi ruang kepada anak-anak untuk berlatih, berani tampil, dan mencintai bahasa serta budaya daerah,” tegasnya.
Perjalanan Davina Menuju Podium
Sementara itu, Davina mengaku sama sekali tidak menyangka bisa membawa pulang trofi Juara 3.
Perjalanan menuju lomba pun tidak mudah. Ia harus izin tidak masuk sekolah sejak Jumat hingga Sabtu karena menghadiri acara keluarga di Bangkalan.
Davina baru kembali pada Senin. Namun setelah sampai di rumah, kondisi tubuhnya justru mengalami flu yang berlanjut hingga menjelang keberangkatannya mengikuti FTBI.
Meski demikian, ia tetap berusaha mengikuti lomba dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
> “Saya tidak menyangka bisa juara 3, karena dari hari Jumat sampai Sabtu saya izin tidak masuk karena ada acara keluarga di Bangkalan. Hari Senin baru pulang, tetapi saya dalam kondisi sakit flu sampai menjelang berangkat lomba,” kata Davina.
Atas capaian tersebut, Davina menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru SDN Panaongan III yang terus memberikan dukungan dan arahan.
> “Saya berterima kasih kepada semua guru di SDN Panaongan III yang telah memberikan semangat dan arahan terbaik sehingga saya bisa juara 3,” tuturnya.
Bukan Sekadar Trofi
Rangkaian prestasi FTBI SDN Panaongan III dari tahun ke tahun menjadi bukti bahwa bahasa Madura dapat menjadi ruang tumbuh bagi bakat dan kreativitas peserta didik.
Dari Juara 3 dan Juara 2 pada FTBI 2024, kemudian Juara 1 Kabupaten dan Juara 3 Jawa Timur pada 2025, hingga Juara 3 pada FTBI Kabupaten 2026, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa tradisi prestasi Pantiga terus berlanjut.
Namun bagi sekolah, setiap trofi bukan sekadar angka dalam daftar prestasi.
Di baliknya terdapat proses latihan, keberanian, dukungan guru, keluarga, dan kemauan anak untuk terus mencoba.
Davina telah membuktikannya.
Dalam kondisi sakit, ia tetap melangkah. Dalam keterbatasan, ia tetap berkarya. Dan dari sebuah cerita pendek berbahasa Madura, lahirlah satu lagi cerita prestasi Pantiga.
Dari Pasongsongan, SDN Panaongan III kembali membawa pulang trofi.
Tradisi itu masih menyala. Dan Pantiga belum selesai menulis cerita prestasinya.







