Musola Al-Ikhlas Manding yang Ambruk Kini Hampir Rampung, Jejak Kepedulian Jurnalis Sumenep Independen dan Donatur

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atas: Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, yang telah mencapai progres sekitar 95 persen berkat dukungan Jurnalis Sumenep Independen (JSI) dan para donatur.
Bawah: Kondisi Musola Al-Ikhlas di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, saat mengalami kerusakan parah akibat ambruk sebelum dilakukan pembangunan kembali.

Atas: Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, yang telah mencapai progres sekitar 95 persen berkat dukungan Jurnalis Sumenep Independen (JSI) dan para donatur. Bawah: Kondisi Musola Al-Ikhlas di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, saat mengalami kerusakan parah akibat ambruk sebelum dilakukan pembangunan kembali.

SUMENEP, Jumat 30 Januari 2026 – Pembangunan Musola Al-Ikhlas yang berlokasi di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Jumat, 30 Januari 2026, pembangunan musola tersebut telah mencapai 96 persen dan tinggal tahap penyempurnaan akhir.

Pembangunan Musola Al-Ikhlas terlaksana berkat kepedulian Jurnalis Sumenep Independen (JSI) yang didukung oleh sejumlah donatur dari berbagai kalangan. Aksi sosial ini menjadi bukti nyata bahwa jurnalisme tidak hanya berhenti pada pemberitaan, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat.

Ketua JSI, Igusty Madani, menyampaikan bahwa capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama, gotong royong, serta kepedulian sosial berbagai pihak yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan sarana ibadah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, pembangunan Musola Al-Ikhlas hampir rampung. Ini semua tidak lepas dari peran para donatur dan solidaritas rekan-rekan JSI yang sejak awal ikut mengawal dan menggerakkan kegiatan sosial ini,” ujarnya.

Menurut Igusty, keterlibatan JSI dalam pembangunan musola bukan semata-mata aktivitas tambahan di luar tugas jurnalistik, melainkan bentuk tanggung jawab moral jurnalis sebagai bagian dari masyarakat.

“JSI ingin menegaskan bahwa jurnalisme harus hadir membawa manfaat. Musola ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di desa yang masih membutuhkan fasilitas ibadah yang layak,” tegasnya.

Ia berharap, setelah pembangunan selesai sepenuhnya, Musola Al-Ikhlas dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sekitar, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan moral masyarakat.

“Harapan kami, musola ini menjadi tempat ibadah yang nyaman, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan warga Desa Gunung Kembar,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu donatur yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pembangunan Musola Al-Ikhlas merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap pembangunan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan sosial ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bagian dari gerakan kemanusiaan dan ibadah yang harus terus dijaga. Ketika jurnalis dan masyarakat bersatu dalam kebaikan, banyak hal positif bisa diwujudkan,” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan di Kabupaten Sumenep.

Sekadar diketahui, pembangunan Musola Al-Ikhlas merupakan bagian dari komitmen sosial Jurnalis Sumenep Independen (JSI) dalam mengawal pembangunan musala yang sebelumnya ambruk di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding.
Pembangunan kembali musala tersebut merupakan hasil gerakan penggalangan dana yang dipelopori JSI, melibatkan masyarakat, pemerintah, pihak swasta, hingga para dermawan.

Ketua JSI, Igusty Madani, menegaskan bahwa keterlibatan JSI dalam pembangunan musala ini merupakan implementasi dari prinsip Ihdinas Sirotol Mustaqim, yakni menjalankan profesi jurnalistik di jalan lurus dengan menghadirkan manfaat sosial.

“Jurnalisme tidak berhenti pada pemberitaan. Jurnalisme harus menghadirkan kebermanfaatan. Bantuan dari para donatur adalah amanah yang harus diwujudkan menjadi amal jariyah,” tegasnya.

Pengurus JSI, Ibnu Hajar, menilai musala tersebut memiliki peran vital bagi kehidupan keagamaan warga setempat.

“Musala ini sangat dibutuhkan warga. Dukungan para donatur membuktikan bahwa kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain mengawal pembangunan musala, JSI juga konsisten menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti bersih-bersih lingkungan, Saku Berkah untuk warga dhuafa setiap pekan, santunan anak yatim, hingga inisiatif Ambulans Umat.

Melalui pembangunan Musola Al-Ikhlas dan berbagai aksi sosial lainnya, JSI menegaskan bahwa jurnalis bukan sekadar pengamat peristiwa, melainkan bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Festival Tong-Tong Sumenep Jadi Perhatian Nasional, Cak Fauzi Bicara Budaya dan Persatuan
Respon Isu Sosial, Yakuza Maneges Jember Siapkan Program Donor Darah dan Pengawasan TPKS
Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis
Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026
Tak Hanya Santuni Penghafal Al-Qur’an, Santri Anak Yatim dan Santri Disabilitas, Bang Ali Bawa Misi Kepedulian untuk 3.000 Santri Pamekasan, Rencanakan Gedung Ainun Umar dan Masjid
Usai Resepsi di Banyuwangi, Bos Ayunda H. Bambang Budianto dan CEO Dian Gorden Gelar Unduh Mantu di Pamekasan, Ribuan Tamu Hadir
Polemik Soto Mantenan Kediri Memanas: LSM RATU Desak Pemkot Usut Tuntas Perizinan Bangunan
PC DMI, MUI Sangkapura, dan LTMNU Bawean Gelar Turba, Perkuat Pengelolaan Masjid

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Festival Tong-Tong Sumenep Jadi Perhatian Nasional, Cak Fauzi Bicara Budaya dan Persatuan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Respon Isu Sosial, Yakuza Maneges Jember Siapkan Program Donor Darah dan Pengawasan TPKS

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tak Hanya Santuni Penghafal Al-Qur’an, Santri Anak Yatim dan Santri Disabilitas, Bang Ali Bawa Misi Kepedulian untuk 3.000 Santri Pamekasan, Rencanakan Gedung Ainun Umar dan Masjid

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB