Probolinggo — Hujan deras yang melanda wilayah Probolinggo kembali menimbulkan ancaman serius. Jalur utama Segaran menuju Desa Tiris, Kecamatan Tiris, ditutup sementara setelah longsor menggerus Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 50 meter dan membuat badan jalan ambles hingga 10 meter. Kondisi ini membuat jalur tak aman untuk dilewati kendaraan roda empat, sementara motor hanya bisa melintas secara bergantian.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto, menegaskan bahwa penutupan jalan dilakukan untuk mencegah risiko tambahan longsor yang bisa menelan korban.
“Dishub telah memasang water barrier, tanda pengalihan, dan rambu peringatan di lokasi. Kami mengimbau masyarakat mematuhi petunjuk petugas dan tidak memaksakan melintas di area berbahaya,” ujarnya tegas, Kamis (24/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat yang akan menuju Kecamatan Tiris disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Desa Pesawahan atau rute lain yang aman.
BPBD Kabupaten Probolinggo juga rutin memperbarui informasi kondisi jalan melalui akun media sosialnya, agar warga selalu waspada dan terhindar dari potensi longsor berikutnya.
Fenomena longsor ini menjadi peringatan keras bagi warga dan pihak berwenang: hujan deras bukan sekadar cuaca, tapi ancaman nyata terhadap keselamatan dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Probolinggo.
Penulis : Redaksi








