SUMENEP — Suasana religius menyelimuti Jumat kedua pengajian Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep di Masjid Sumekar. Ribuan jamaah larut dalam tausiyah penuh makna yang disampaikan AKH Sudiharso, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lenteng, Jumat (27/2/2027).
Pengajian Ramadan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), perwakilan BUMN dan BUMD, unsur TNI–Polri, serta instansi lintas sektor lainnya. Kehadiran lintas elemen ini menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan dan keteladanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tausiyahnya, Kiai Sudiharso mengajak jamaah untuk tetap bersemangat menjalani ibadah salat dan puasa di bulan suci. Ia mengakui, bagi sebagian orang, kewajiban tersebut terasa berat—bukan karena ibadahnya, melainkan karena cara pandang yang keliru.
“Jika pola pikir kita diubah dan kita yakin sebagai umat Islam bahwa kewajiban dari Allah SWT adalah cara-Nya menyelamatkan kita dari neraka dan memasukkan kita ke surga-Nya, maka salat dan puasa tidak lagi terasa berat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menanamkan optimisme spiritual kepada jamaah. Menurutnya, jalan menuju surga Allah SWT harus ditempuh dengan hati yang bahagia—menjalani hidup dengan senang, lapang, dan senyum yang tulus. Ia menyebut, ciri orang beriman yang dirindukan surga adalah mereka yang tenang dan penuh syukur, sementara hidup yang murung dan ruwet justru menjauhkan manusia dari cahaya iman.
Kiai Sudiharso juga mengingatkan jaminan Rasulullah SAW bahwa umatnya akan masuk surga, kecuali mereka yang enggan—yakni yang tidak patuh dan tidak mau menjalankan perintah Allah SWT.
“Yakinlah, kita semua umat Nabi Muhammad SAW akan masuk surga, dengan syarat menjadi mukmin yang taat—melaksanakan salat, puasa, haji, dan kewajiban lain yang menyelamatkan kita dari api neraka,” tandasnya.
Pengajian Ramadan di Masjid Sumekar itu menjadi pengingat kuat: di tengah kesibukan dunia, Ramadan hadir sebagai panggilan untuk meluruskan niat, menata hati, dan meneguhkan keyakinan bahwa setiap ibadah adalah jembatan keselamatan menuju surga Allah SWT
Penulis : Redaksi







