SUMENEP — Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna, Koperasi Wanita Irama kembali menegaskan jati dirinya bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan rumah kepedulian sosial. Berbasis di Kelurahan Kepanjin, koperasi ini menyalurkan santunan kepada anak yatim serta bantuan sembako bagi lanjut usia (lansia) dari dana sosial Tahun Buku 2025.
Sebanyak 20 anak yatim menerima santunan, sementara 35 orang lansia memperoleh bantuan sembako dalam kegiatan sosial tahunan yang rutin digelar Kopwan Irama setiap bulan suci Ramadan. Program ini menjadi bukti bahwa hasil usaha koperasi dapat kembali ke masyarakat dalam bentuk kebermanfaatan nyata.
Ketua Kopwan Irama, Rosida Agustina, menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, konsistensi berbagi di bulan Ramadan merupakan cerminan komitmen bersama seluruh pengurus, pengawas, dan anggota koperasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, di Ramadan 1447 Hijriah ini Kopwan Irama kembali dapat berbagi dana sosial kepada anak yatim dan lansia. Semoga bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” ujarnya, Minggu (1/3/2025).
Rosida mengakui, keberhasilan Kopwan Irama tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan pengelolaan yang amanah. Meski dengan keterbatasan, koperasi tetap mampu menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk membantu masyarakat sekitar.
Tak hanya dari internal koperasi, kegiatan sosial ini juga mendapat dukungan dari dua tokoh sukses di Kelurahan Kepanjin yang turut berbagi di bulan penuh rahmat tersebut, memperkuat semangat gotong royong yang telah terbangun.
Apresiasi datang dari Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep. Kepala dinas melalui Hendra Supriyono menilai langkah Kopwan Irama sebagai contoh koperasi sehat dan berdaya.
“Banyak koperasi di luar sana jangankan membantu masyarakat, menyejahterakan anggotanya saja tidak mampu. Kopwan Irama justru sebaliknya,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Kopwan Irama meraih prestasi dan tetap konsisten bergerak di bidang sosial menunjukkan koperasi ini dikelola dengan serius dan berorientasi pada tujuan sejati koperasi.
Hal senada disampaikan Lurah Kepanjin, Ruslan, yang mengaku bangga wilayahnya memiliki koperasi wanita yang mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami bersyukur Kopwan Irama dapat menyisihkan hasil usahanya untuk anak yatim dan lansia. Ini bukti pengelolaan koperasi yang amanah dan berpihak pada kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Pendamping Koperasi Darussalam menilai keberhasilan menyisihkan dana sosial menjadi indikator kuat bahwa Kopwan Irama telah mampu menyejahterakan anggotanya sekaligus memberi dampak sosial.
“Banyak koperasi gulung tikar karena salah kelola. Kopwan Irama justru menunjukkan koperasi bisa tumbuh, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika sosial, langkah Kopwan Irama menjadi cermin bahwa koperasi—jika dikelola dengan amanah dan kebersamaan—mampu menjadi kekuatan ekonomi sekaligus cahaya kepedulian bagi lingkungan sekitarnya.
Penulis : Redakai








