Air Mata dan Ketulusan Founder BIP Ali Zainal Abidin, Simbol Cinta Tanpa Batas untuk Anak Yatim-Dhuafa

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Founder BIP Ali Zainal Abidin saat menyaksikan langsung kebahagiaan anak yatim dan kaum dhuafa.

Founder BIP Ali Zainal Abidin saat menyaksikan langsung kebahagiaan anak yatim dan kaum dhuafa.

PAMEKASAN – Di balik deretan kegiatan sosial berskala besar yang dilakukan Bani Insan Peduli (BIP), ada satu hal yang tak pernah berubah: air mata sang founder, Ali Zainal Abidin.

Pria yang akrab disapa Bang Ali dan dikenal luas dengan julukan “Abul Yatama” itu kerap tak mampu menahan haru setiap kali berhadapan langsung dengan anak yatim, kaum dhuafa, hingga masyarakat kecil lainnya.

Dari matanya terpancar ketulusan yang tidak dibuat-buat, air mata yang menjadi simbol cinta, bukan sekadar empati biasa.
Fenomena itu berulang dalam setiap kegiatan. Bukan hanya sekali, melainkan dalam sederet aksi sosial yang terus digelar tanpa henti, baik di Pamekasan, Sumenep, hingga berbagai daerah lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah suasana buka puasa bersama jurnalis dan LSM se-Kabupaten Pamekasan, ketulusan itu kembali terlihat. Namun bagi banyak pihak, momen tersebut hanyalah satu dari sekian banyak bukti nyata kepedulian yang telah lama ia bangun.

“Keinginan kami menjalin silaturahmi ini tidak lain adalah untuk menjaga hubungan baik dan mempererat tali persaudaraan antar sesama,” ujar Bang Ali.

Ia menegaskan bahwa dirinya membuka ruang komunikasi tanpa sekat. Tidak ada jarak antara dirinya dengan masyarakat, jurnalis, maupun elemen sosial lainnya.

“Monggo, siapa saja dipersilakan untuk bersua. Saya tidak ingin memiliki musuh dengan siapa pun,” ucapnya.

Air mata Ali Zainal Abidin bukanlah momen sesaat. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan panjang gerakan sosial BIP.
Ketika ribuan anak yatim dihadirkan dalam kegiatan besar di Pamekasan, air mata itu kembali jatuh saat melihat kebahagiaan mereka memilih sendiri kebutuhan Lebaran. Saat sekitar 3.000 anak yatim tersenyum bahagia, di situlah ia tak kuasa menahan haru.

Beberapa hari berselang, di Sumenep, pemandangan serupa kembali terjadi. Kediaman ibundanya dipadati sekitar 6.000 warga dari berbagai kalangan, anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, pengemudi ojek online, hingga pasukan kebersihan.

Di tengah lautan manusia itu, suasana haru kembali menyelimuti. Banyak yang datang dengan harapan sederhana, dan pulang dengan kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan. Dan sekali lagi, air mata itu menjadi saksi.

Bagi Bang Ali, penghargaan seperti Rekor MURI yang sempat diraih bukanlah tujuan utama. “Kebahagiaan terbesar itu ketika melihat saudara-saudara kita tersenyum,” tuturnya.

Apa yang dilakukan Ali Zainal Abidin mendapat apresiasi luas. Tokoh agama menilai langkahnya sebagai bentuk dakwah nyata melalui aksi sosial. Tokoh masyarakat melihatnya sebagai penggerak kepedulian. Tokoh pemuda menyebutnya inspirasi gerakan kemanusiaan. Sementara LSM dan wartawan menempatkannya sebagai mitra yang tulus dan terbuka.

Ia sendiri menekankan pentingnya peran media sebagai penyambung suara masyarakat.

“Media adalah mitra yang harus dirangkul. Banyak hal di masyarakat yang bisa tersampaikan lewat karya jurnalistik,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2023, BIP Foundation terus menunjukkan konsistensi. Kegiatan sosial tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali, tetapi berulang dan masif.
Dari Pamekasan ke Sumenep, lalu meluas ke Surabaya, Malang, hingga Jakarta, gerakan ini terus berkembang. Filosofi “tiada hari tanpa berbagi” benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata.

Bagi Ali Zainal Abidin, harta bukan untuk ditimbun, melainkan amanah yang harus kembali kepada mereka yang membutuhkan.

“Ketika kita menerima rezeki, cara bersyukur adalah dengan membagikannya,” ungkapnya.

Di tengah maraknya kegiatan sosial yang kadang hanya bersifat seremonial, apa yang ditunjukkan Ali Zainal Abidin menghadirkan sesuatu yang berbeda, yakni ketulusan yang hidup.

Air mata yang selalu hadir dalam setiap kegiatan bukanlah simbol kelemahan, melainkan kekuatan hati. Ia menjadi bukti bahwa kepedulian sejati tidak bisa dibuat-buat atau direkayasa.
Lebih dari sekadar membantu, gerakan BIP telah membangkitkan kesadaran kolektif bahwa kemanusiaan harus dirawat bersama.

Deretan kegiatan sosial yang dilakukan BIP mungkin bisa dihitung dengan angka. Namun ketulusan yang menyertainya tidak bisa diukur dengan apa pun.

Dan di setiap langkah itu, selalu ada satu hal yang menjadi saksi bahwa
air mata seorang “Abul Yatama” yang memilih mencintai sesama tanpa batas.
Air mata itu bukan sekadar jatuh, ia berbicara, ia menggerakkan, dan ia menjadi simbol bahwa kemanusiaan masih benar-benar hidup.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Hampir Tiga Bulan Tak Terputus, Hari ke-84 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id Kembali Sasar Dhuafa Sumenep
Antusiasme Warga Pamekasan Meledak! JJS Toko Emas Central 88 Tembus 11.800 Peserta, Hadiah Umrah Bertambah Jadi 3 Paket
Hampir 3 Bulan Sedekah Tak Terputus di Sumenep:  Hari ke-83 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id Sasar Pencari Nafkah Jalanan
Semarak HUT RI ke-81, PCPM dan PCNA Sangkapura Gelar Beragam Lomba Tradisional
Semarak HUT RI ke-81, Pemdes Kotakusuma Gelar Jalan Sehat dan Sediakan Doorprize Menarik
Maulid Nabi dan Haul Akbar Tiga Ulama Digelar, Gedung Alumni Hasan Jufri Diresmikan 
Hampir 3 Bulan Tak Terputus, Hari ke-82 Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep Terus Bergerak di Tengah Keterbatasan
Ayunda Group Tebar Kebahagiaan HUT ke-81 RI di Pamekasan, Hadiah JJS Antar Faruk ke Tanah Suci Bersama 35 Karyawan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Hampir Tiga Bulan Tak Terputus, Hari ke-84 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id Kembali Sasar Dhuafa Sumenep

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Antusiasme Warga Pamekasan Meledak! JJS Toko Emas Central 88 Tembus 11.800 Peserta, Hadiah Umrah Bertambah Jadi 3 Paket

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Hampir 3 Bulan Sedekah Tak Terputus di Sumenep:  Hari ke-83 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id Sasar Pencari Nafkah Jalanan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Semarak HUT RI ke-81, PCPM dan PCNA Sangkapura Gelar Beragam Lomba Tradisional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Pemdes Kotakusuma Gelar Jalan Sehat dan Sediakan Doorprize Menarik

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Kapolresta Sumenep Peduli Rumah Ibadah

Senin, 24 Agu 2026 - 23:55 WIB