Sumenep Jadi Saksi Cinta Tanpa Batas, Air Mata Founder BIP Ali Zainal Abidin Tumpah di Makam Sang Ibu

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penuh haru, Ali Zainal Abidin menundukkan kepala di pusara ibundanya, Hj. Ainun Bani, mengirim doa dan menabur rindu yang tak pernah usai.

Penuh haru, Ali Zainal Abidin menundukkan kepala di pusara ibundanya, Hj. Ainun Bani, mengirim doa dan menabur rindu yang tak pernah usai.

SUMENEP , 27/3/2026- Dibawah langit Jumat yang diyakini penuh keberkahan, langkah Ali Zainal Abidin terasa begitu khidmat. Bersama keluarga besarnya, ia berziarah ke makam sang ibunda tercinta, Hj. Ainun Bani, mengirim doa, menabur bunga, dan meluruhkan rindu yang tak pernah benar-benar usai.

Di pusara itulah, seorang Bang Ali kembali menjadi anak yang sederhana mengenang kasih sayang tanpa batas, sekaligus menguatkan kembali janji hidup yang pernah ditanamkan sang ibu. Sebuah pesan yang kini menjadi napas dalam setiap langkahnya: jangan pernah melupakan orang miskin dan sesama, serta jadilah manusia yang bermanfaat.

Pesan itu tidak berhenti sebagai nasihat. Ia menjelma menjadi gerakan nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui Bani Insan Peduli (BIP), Bang Ali terus menghidupkan nilai tersebut dalam aksi-aksi kemanusiaan yang tak pernah surut. Air mata yang kerap jatuh dari matanya menjadi saksi, bahwa semua yang dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan lahir dari hati yang tulus.

Kenangan akan sang ibunda juga terpatri kuat dalam ingatan masyarakat. Saat Hj. Ainun Bani wafat, puluhan ribu orang memadati Sumenep. Mereka datang tanpa diundang, membawa doa dan cinta.
Bahkan hingga tujuh hari lamanya, manusia terus berdatangan, melangitkan doa tanpa henti.

Itu bukan sekadar tradisi. Itu adalah bukti cinta yang nyata bahwa sang ibunda dicintai, dan nilai-nilai kebaikannya hidup dalam diri Ali Zainal Abidin.

Tak heran, kehadirannya selalu dikelilingi masyarakat. Bahkan di area pemakaman sekalipun, warga berbondong-bondong datang, bukan sekadar melihat, tetapi merasakan kedekatan yang tulus. Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga figur dermawan yang nyata menghadirkan manfaat.

Di berbagai kegiatan sosial, mulai dari menghadirkan ribuan anak yatim hingga membantu kaum dhuafa, air mata Bang Ali selalu menjadi saksi. Saat ribuan anak yatim tersenyum bahagia, di situlah ia tak mampu menyembunyikan haru.

Ketika ribuan warga memadati kegiatan sosial di kediaman ibundanya, suasana berubah menjadi lautan emosi yang sulit dilukiskan. Baginya, kebahagiaan orang lain adalah segalanya.

“Ketika kita menerima rezeki, cara bersyukur adalah dengan membagikannya,” ujarnya.

Dan bukan hanya dalam momen besar, ia pun kembali melakukan aksi bagi-bagi rezeki secara nyata, seakan setiap hari adalah kesempatan untuk berbagi. Hampir tak ada waktu tanpa kepedulian hari-harinya diisi dengan memberi, menyapa, dan menguatkan mereka yang membutuhkan.

Sejak berdiri pada 2023, gerakan Bani Insan Peduli terus berkembang dari Pamekasan hingga Sumenep, bahkan merambah ke berbagai kota besar lainnya. Filosofi “tiada hari tanpa berbagi” benar-benar hidup, bukan sekadar slogan.

Di tengah dunia yang kerap dipenuhi pencitraan, apa yang ditunjukkan Bang Ali menghadirkan sesuatu yang langka, ketulusan yang hidup dan menggerakkan.

Apa yang ia lakukan bukan sekadar aksi sosial, melainkan panggilan hati. Air mata yang kerap jatuh di setiap kegiatan menjadi bukti bahwa kepedulian itu nyata, bukan dibuat-buat.

Melalui Bani Insan Peduli (BIP), ia menegaskan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan.

Di titik ini, masyarakat tidak hanya melihat sosok dermawan, tetapi juga simbol bahwa ketulusan masih ada dan mampu menggerakkan banyak orang.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Ketika Media Menjadi Cahaya, Hari ke-33 Detikzone.id Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep Kembali Menguatkan Warga Dhuafa Secara Door to Door
PLN Nusantara Power UP Gresik Bersama Pokmaswas Hijau Daun dan Pokdarwis Sejahtera Gili Transplantasi Terumbu Karang di Bawean Gresik
Hari ke-32 Program Detikzone Berbagi Setiap Hari Tetap Sasar Pencari Nafkah Jalanan yang Belum Tersentuh, Bukti Dakwah Sosial dan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Terus Istiqamah
Hari ke-31 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Bangun Peradaban Baru Lewat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim
Pokmaswas Hijau Daun Santuni 50 Anak Yatim, PLN Nusantara Power Perkuat Komitmen Pelestarian Mangrove di Bawean Gresik
Genap Sebulan Menyalakan Asa! Hari Ke-30 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id Kembali Santuni Abang Becak Sumenep sekaligus Dengarkan Jeritan Hatinya
Gema Sholawat dan Doa Anak Yatim, Cara Warga Kalibuntu Probolinggo Rawat Alam dan Tradisi
Hari ke-29 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Santuni Abang Becak Sumenep yang Kerap Pulang Tanpa Membawa Uang

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:33 WIB

Ketika Media Menjadi Cahaya, Hari ke-33 Detikzone.id Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep Kembali Menguatkan Warga Dhuafa Secara Door to Door

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:13 WIB

PLN Nusantara Power UP Gresik Bersama Pokmaswas Hijau Daun dan Pokdarwis Sejahtera Gili Transplantasi Terumbu Karang di Bawean Gresik

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:51 WIB

Hari ke-32 Program Detikzone Berbagi Setiap Hari Tetap Sasar Pencari Nafkah Jalanan yang Belum Tersentuh, Bukti Dakwah Sosial dan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Terus Istiqamah

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:25 WIB

Hari ke-31 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Bangun Peradaban Baru Lewat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:23 WIB

Pokmaswas Hijau Daun Santuni 50 Anak Yatim, PLN Nusantara Power Perkuat Komitmen Pelestarian Mangrove di Bawean Gresik

Berita Terbaru