PAMEKASAN — Gelombang kepedulian kembali digerakkan oleh Yayasan Bani Insan Peduli (BIP). Pada 26 April 2026 mendatang, organisasi sosial yang dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan ini akan menggelar santunan dan halal bihalal bersama 2.000 anak disabilitas dan anak berkebutuhan khusus di Pamekasan.
Kegiatan yang akan berlangsung di Gedung Bakorwil IV Pamekasan tersebut diprediksi menjadi momen penuh haru sekaligus kebahagiaan, saat ribuan anak-anak istimewa berkumpul dalam suasana hangat pasca Hari Raya Idulfitri.
Founder BIP, Ali Zainal Abidin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini bukan hanya santunan, tetapi juga bentuk kasih sayang dan silaturahmi agar anak-anak disabilitas bisa merasakan kebahagiaan yang sama,” ujarnya.
Mengusung tema “Memetik Berkah Melalui Senyum Anak-Anak Surga”, acara ini diharapkan menjadi ruang berbagi kebahagiaan sekaligus menguatkan semangat hidup para peserta.
BIP sendiri bukan nama baru dalam gerakan sosial. Sebelumnya, yayasan ini sukses menggelar berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari santunan ribuan anak yatim hingga aksi sosial yang melibatkan puluhan ribu masyarakat di berbagai daerah.
Di Kabupaten Sumenep, misalnya, ribuan warga sempat memadati kegiatan sosial yang digelar di kediaman ibunda Ali Zainal Abidin. Sekitar 6.000 orang hadir, mulai dari kaum dhuafa, penyandang disabilitas, hingga pekerja informal.
Tak hanya itu, BIP juga mencatatkan prestasi melalui kegiatan santunan 3.000 anak yatim di Pamekasan yang bahkan mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Namun bagi Ali, capaian tersebut bukanlah tujuan utama. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada senyum yang hadir dari mereka yang merasakan manfaat.
“Kebahagiaan terbesar kami adalah melihat mereka tersenyum. Itu jauh lebih berarti dari sekadar penghargaan,” tuturnya.
Dengan kegiatan ini, BIP berharap dapat terus menumbuhkan empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat, sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk peduli terhadap anak-anak disabilitas.
Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, langkah kecil berbagi seperti ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan masih hidup dan terus tumbuh dari hati yang tulus.
Penulis : Redaksi







