Dispendikbud Kota Probolinggo Bantah Dugaan Monopoli Pengadaan ATK dan EO

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Probolinggo angkat bicara menyusul munculnya polemik terkait pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2025. Dugaan adanya belanja Alat Tulis Kantor (ATK) dan Event Organizer (EO) kepada satu penyedia tertentu.

Kepala Dispendikbud Kota Probolinggo Siti Romlah secara tegas membantah adanya praktik monopoli dalam proses tersebut. Ia menjelaskan bahwa penunjukan penyedia selama ini didasarkan pada pertimbangan teknis dan tuntutan kecepatan pelayanan di lapangan.

“Paket belanja ATK dan banner itu nilainya kecil-kecil dan seringkali bersifat pesanan mendadak. Kendalanya, anggaran tidak bisa langsung cair karena ada tahapan proses administrasi yang harus dilalui,” ujar Kepala Dispendikbud saat memberikan klarifikasi, Jumat (17/04/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, faktor utama dalam pemilihan penyedia bukan didasari kedekatan, melainkan kemampuan finansial penyedia untuk menalangi modal kerja terlebih dahulu. Mengingat sistem birokrasi pembayaran yang memakan waktu, pihaknya membutuhkan mitra yang memiliki kesiapan modal kuat.

“Kami mencari penyedia yang sanggup ‘menalangi’ dulu karena metode pembayarannya tidak bisa seketika. Tidak semua penyedia memiliki kesiapan modal untuk sistem seperti itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kebutuhan logistik di dinas seringkali sulit diprediksi secara akumulatif. Volume belanja sangat bergantung pada dinamika agenda kegiatan yang berlangsung.

“Kebutuhan itu tidak bisa diprediksi dan kami tidak bisa langsung belanja dalam jumlah banyak. Semua menyesuaikan kebutuhan dan agenda kegiatan yang ada,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB