Bawean — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Santri Gresik resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sangkapura, Senin (20/4/2026).
Acara ini dihadiri Kapolsek Sangkapura, unsur Kecamatan Sangkapura, serta Koramil Sangkapura sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKN-PPM 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Berbasis Masjid.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia KKN-PPM 2026 STIT Raden Santri Gresik di Bawean, Ilham Syifa, M.Si., menegaskan bahwa KKN ini mengusung tema moderasi beragama menjadi landasan utama pengabdian mahasiswa. Ia menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid jangan hanya digunakan untuk shalat lima waktu, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan yang inklusif, toleran, dan kontekstual. Moderasi beragama, menurutnya, tercermin dalam sikap menghargai perbedaan serta keseimbangan antara menjaga tradisi lama yang baik dan menerima hal-hal baru yang lebih baik.
Ilham juga menyebutkan bahwa KKN-PPM 2026 dilaksanakan di empat titik di Pulau Bawean, yakni Desa Daun dan Desa Suwari di Kecamatan Sangkapura, serta Desa Gelam dan Desa Kalompanggubuk di Kecamatan Tambak.

Sementara itu, Wakil Ketua II STIT Raden Santri Gresik, Irvan Jalil, M.M.Pd., menyampaikan bahwa KKN dan penelitian merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalani mahasiswa setelah menempuh perkuliahan.
“Melalui KKN ini, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dapat diaplikasikan langsung di masyarakat dan menjadi umpan balik yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa STIT Raden Santri Gresik yang berada di Bawean telah berdiri selama kurang lebih 30 tahun, memiliki ribuan alumni, serta berkontribusi bagi pemerintah, khususnya di bidang pendidikan.
Kapolsek Sangkapura, Iptu Andik Asworo, dalam arahannya mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika dan menghormati budaya lokal selama berada di desa penempatan. Mahasiswa diminta membiasakan sikap sopan santun, seperti mengucapkan salam dan kulonuwun, serta mengenal lingkungan dan perangkat desa setempat
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik kampus selama pelaksanaan KKN.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama.
Penulis : Abd Hamid







