KKN-PPM 2026 Dimulai, STIT Raden Santri Tekankan Moderasi Beragama Berbasis Masjid

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bawean — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Santri Gresik resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sangkapura, Senin (20/4/2026).

Acara ini dihadiri Kapolsek Sangkapura, unsur Kecamatan Sangkapura, serta Koramil Sangkapura sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKN-PPM 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Berbasis Masjid.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia KKN-PPM 2026 STIT Raden Santri Gresik di Bawean, Ilham Syifa, M.Si., menegaskan bahwa KKN ini mengusung tema moderasi beragama menjadi landasan utama pengabdian mahasiswa. Ia menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Masjid jangan hanya digunakan untuk shalat lima waktu, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan yang inklusif, toleran, dan kontekstual. Moderasi beragama, menurutnya, tercermin dalam sikap menghargai perbedaan serta keseimbangan antara menjaga tradisi lama yang baik dan menerima hal-hal baru yang lebih baik.

Ilham juga menyebutkan bahwa KKN-PPM 2026 dilaksanakan di empat titik di Pulau Bawean, yakni Desa Daun dan Desa Suwari di Kecamatan Sangkapura, serta Desa Gelam dan Desa Kalompanggubuk di Kecamatan Tambak.

Sementara itu, Wakil Ketua II STIT Raden Santri Gresik, Irvan Jalil, M.M.Pd., menyampaikan bahwa KKN dan penelitian merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalani mahasiswa setelah menempuh perkuliahan.

“Melalui KKN ini, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dapat diaplikasikan langsung di masyarakat dan menjadi umpan balik yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa STIT Raden Santri Gresik yang berada di Bawean telah berdiri selama kurang lebih 30 tahun, memiliki ribuan alumni, serta berkontribusi bagi pemerintah, khususnya di bidang pendidikan.

Kapolsek Sangkapura, Iptu Andik Asworo, dalam arahannya mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika dan menghormati budaya lokal selama berada di desa penempatan. Mahasiswa diminta membiasakan sikap sopan santun, seperti mengucapkan salam dan kulonuwun, serta mengenal lingkungan dan perangkat desa setempat

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik kampus selama pelaksanaan KKN.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama.

Penulis : Abd Hamid

Berita Terkait

DPD PKS Kota Mataram Adakan Halal Bihalal, Perkuat Konsolidasi Kader
Rahmad Memberikan Apresiasi kepada Menteri Agus, Napi Korupsi “Keluyuran” Langsung Dikirim ke Nusakambangan
TRITURA Petani Tembakau Madura Mengguncang Jakarta, Tiga Tuntutan Keras Gus Lilur Soroti Nasib Rokok Rakyat
KH Mahrus Abdul Malik Ajak Ulama Madura Bersatu Cegah Narkoba di Pesantren, Habib Aboe Bakar Sampaikan Permohonan Maaf
Fasiltas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata
Pelantikan Pejabat Manajerial dan Pisah Sambut di Lapas Kendal
Pakar Hukum Soroti Kasus Mawardi Khairi, Tanpa Mens Rea dan Actus Reus Tak Bisa Dipidana
Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:00 WIB

KKN-PPM 2026 Dimulai, STIT Raden Santri Tekankan Moderasi Beragama Berbasis Masjid

Minggu, 19 April 2026 - 12:30 WIB

DPD PKS Kota Mataram Adakan Halal Bihalal, Perkuat Konsolidasi Kader

Sabtu, 18 April 2026 - 21:44 WIB

Rahmad Memberikan Apresiasi kepada Menteri Agus, Napi Korupsi “Keluyuran” Langsung Dikirim ke Nusakambangan

Kamis, 16 April 2026 - 15:29 WIB

TRITURA Petani Tembakau Madura Mengguncang Jakarta, Tiga Tuntutan Keras Gus Lilur Soroti Nasib Rokok Rakyat

Kamis, 16 April 2026 - 15:14 WIB

KH Mahrus Abdul Malik Ajak Ulama Madura Bersatu Cegah Narkoba di Pesantren, Habib Aboe Bakar Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru