Nelayan Hilang di Perairan Raas Sumenep Ditemukan Tak Bernyawa

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Harapan keluarga untuk menemukan Amsuri (55) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Nelayan asal Dusun Kropoh RT 01/RW 01, Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari ikan di laut, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (16/6/2026) petang.

Korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB di perairan utara Pelabuhan Rakyat Desa Kropoh, sekitar 500 meter dari bibir pantai. Penemuan tersebut berawal ketika dua warga setempat, Asari dan Mahmudin, sedang mencari ikan menggunakan perahu dayung.

Saat berada di tengah laut, keduanya melihat sesosok mayat dalam posisi telungkup yang tersangkut di batu karang. Karena merasa curiga, mereka mendekati lokasi dan melakukan pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melalui Kasat Polairud Polres Sumenep AKP Moch. Rofiq, S.H., menjelaskan bahwa kedua saksi kemudian mengenali sosok tersebut sebagai Amsuri, nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di perairan setempat.

“Setelah didekati dan diperiksa, saksi mengenali mayat tersebut sebagai Amsuri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut,” ujar AKP Moch. Rofiq.

Mengetahui hal itu, Asari tetap bertahan di lokasi untuk menjaga jasad korban agar tidak terbawa arus laut, sementara Mahmudin bergegas menuju daratan guna memberitahukan keluarga korban dan warga sekitar.

Sekitar pukul 18.00 WIB, keluarga bersama warga mendatangi lokasi penemuan dan melakukan evakuasi ke tepi pantai. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Kropoh, H. Rahmawi, yang selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Polsek Raas.

Tak lama berselang, personel Polsek Raas bersama anggota Koramil Raas, staf Kecamatan Raas, tenaga kesehatan dari Puskesmas Raas, dan masyarakat setempat tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi serta penanganan korban.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad Amsuri dibawa ke rumah duka di Dusun Kropoh untuk disemayamkan dan dimakamkan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.

Dalam penanganan kejadian ini, aparat gabungan melakukan berbagai langkah, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga korban, hingga membantu proses evakuasi serta pelaporan kepada pimpinan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat pesisir akan pentingnya mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut. Kondisi cuaca, arus, serta faktor keselamatan lainnya harus selalu menjadi perhatian utama bagi para nelayan.

Kasat Polairud Polres Sumenep AKP Moch. Rofiq mengimbau para nelayan agar selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut guna menghindari terjadinya kecelakaan maupun musibah serupa.

Seluruh rangkaian proses evakuasi dan penanganan korban berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Duka mendalam kini menyelimuti keluarga Amsuri dan masyarakat Desa Kropoh yang kehilangan salah satu warganya akibat musibah di laut.

Kata kunci: Nelayan hilang, Amsuri, Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, nelayan meninggal dunia, perairan Raas, Polairud Polres Sumenep, AKP Moch Rofiq, AKBP Anang Hardiyanto, evakuasi nelayan, musibah laut, Pelabuhan Rakyat Kropoh, Polsek Raas, Koramil Raas, keselamatan nelayan, berita Sumenep.

Penulis : Red

Berita Terkait

Senyum Lebar Warga di Tengah Pasar Murah Jalasenastri TNI AL
Malam Tak Jadi Penghalang, TNI dan Warga Lembur Bangun Jembatan Harapan di Gapura Sumenep
Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal
MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa
Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis
Ketum Yakuza Maneges Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kerja Nyata, dan Kepatuhan Hukum
Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton
Satu Per Satu Aksi Gelapnya Terbongkar, Endang Dasawisatra Jadi DPO

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Senyum Lebar Warga di Tengah Pasar Murah Jalasenastri TNI AL

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Malam Tak Jadi Penghalang, TNI dan Warga Lembur Bangun Jembatan Harapan di Gapura Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:10 WIB

MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis

Berita Terbaru