Sumenep — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari kedua di SDN Panaongan III berlangsung dengan nuansa yang berbeda dan penuh makna. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, seluruh siswa tampil istimewa mengenakan pakaian adat: siswi anggun dalam balutan kebaya, sementara siswa tampil gagah dengan busana adat Madura.
Sejak pagi, suasana sekolah sudah tampak semarak. Halaman SDN Panaongan III dipenuhi warna-warni kebaya dan pakaian tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya sekaligus semangat emansipasi. Sebelum pelaksanaan TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia (Literasi) dimulai, seluruh siswa dikumpulkan untuk mengikuti amanat singkat dari Kepala Sekolah, Agus Sugianto, S.Pd, yang dikenal dengan ciri khas blangkon yang selalu dikenakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk meneladani perjuangan R.A. Kartini. Ia menekankan pentingnya kesetaraan gender, khususnya dalam bidang pendidikan. Menurutnya, apa yang dirasakan generasi saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang Kartini di masa lalu.

“Dulu, perempuan sangat dibatasi aksesnya terhadap pendidikan. Kartini hadir mendobrak pemikiran tersebut. Ia memperjuangkan agar perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk belajar dan berkembang,” tutur Agus Sugianto dengan penuh semangat di hadapan para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa peran generasi saat ini bukan lagi berjuang melawan keterbatasan seperti di masa Kartini, melainkan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, terutama melalui pendidikan.
“Perjuangan kalian hari ini adalah belajar dengan giat. Dengan begitu, cita-cita dapat tercapai dan semangat Kartini tetap hidup dalam diri kalian,” tambahnya.
Setelah amanat tersebut, para siswa dengan penuh semangat memasuki ruang ujian untuk mengikuti TKA Bahasa Indonesia. Meskipun mengenakan pakaian adat, hal tersebut tidak mengurangi fokus dan keseriusan mereka dalam mengerjakan soal.
Momentum ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik semata, tetapi juga tentang penanaman nilai-nilai sejarah, budaya, dan perjuangan. Perpaduan antara pelaksanaan TKA dan peringatan Hari Kartini menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya mengasah kemampuan literasi, tetapi juga memperkuat karakter siswa.
Hari itu, SDN Panaongan III tidak hanya menjadi tempat ujian, tetapi juga panggung kecil yang merefleksikan semangat perjuangan, kesetaraan, dan harapan masa depan generasi penerus bangsa.







