20.000 Pohon Ditanam Serentak, Situbondo Lawan Banjir dengan Aksi Nyata di Hari Bumi

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo – Peringatan Hari Bumi 2026 di Kabupaten Situbondo nggak cuma seremoni. Momentum ini diwujudkan lewat aksi nyata penanaman 20.000 pohon di berbagai titik rawan bencana, Rabu 22 April 2026.

Kegiatan bertema “Selamatkan Bumi” ini jadi simbol keseriusan pemerintah daerah merespons ancaman banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah Situbondo belakangan ini.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, menegaskan gerakan ini bukan agenda tahunan biasa yang berhenti pada seremoni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan soal siapa yang memimpin. Ini soal komitmen kita terhadap alam. Kita hidup dari alam, maka kita juga harus memberi kembali kepada alam,” ujar Rio.

Menurutnya, kerusakan hutan jadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko banjir di wilayah Situbondo. Karena itu, rehabilitasi lewat penanaman pohon dinilai mendesak dan nggak bisa ditunda lagi.

“Kalau hutan gundul, dampaknya jelas. Banjir terjadi berulang. Kita tidak bisa diam. Ini harus jadi gerakan bersama,” tegasnya.

Rio berharap gerakan ini nggak berhenti hanya pada masa kepemimpinannya, melainkan terus berlanjut sebagai kesadaran kolektif masyarakat. “Kita ingin ini menjadi gerakan yang hidup di alam bawah sadar masyarakat,” tambahnya.

Penanaman pohon ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Forkopimda, pelaku usaha lewat program CSR, pelajar, hingga komunitas masyarakat. Keterlibatan lintas sektor ini bukti isu lingkungan jadi tanggung jawab bersama.

Sebanyak 20.000 bibit pohon ditanam di area seluas 20 hektare, dengan fokus wilayah rawan bencana. Beberapa lokasi prioritas antara lain Kecamatan Bungatan, Mlandingan, hingga kawasan perbatasan Banyuglugur yang dikenal rawan banjir dan longsor.

Jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Di sepanjang aliran sungai ditanam pohon berakar kuat seperti bambu, trembesi, dan ketapang untuk menahan erosi. Sementara di lahan warga, ditanam pohon produktif seperti durian, alpukat, mangga, dan petai agar punya nilai ekonomi.

Di sisi lain, munculnya gerakan “hadiah pohon” jadi warna baru dalam peringatan Hari Bumi di Situbondo tahun ini. Inisiatif itu bermula dari ajakan Mas Rio lewat media sosial yang mengimbau masyarakat memberi hadiah berupa pohon. Respons masyarakat positif, banyak pihak ikut nyumbang bibit dan menanam.

Momentum Hari Bumi memperkuat semangat itu. Dalam satu hari, puluhan pohon berhasil terkumpul dari berbagai elemen.

Kesadaran ini penting mengingat Situbondo baru saja mengalami banjir besar di sejumlah kecamatan dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan.

“Dalam waktu tidak sampai tiga bulan, kita terdampak banjir luar biasa. Ini harus jadi peringatan,” tegas Rio.

Ia menambahkan, penanaman pohon bagian dari ikhtiar bersama yang harus dibarengi kesadaran menjaga lingkungan. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya doa sebagai bentuk keseimbangan antara usaha dan harapan.

Lebih jauh, Rio menegaskan gerakan ini bukan tentang figur atau jabatan, melainkan panggilan moral untuk menjaga bumi. “Ini bukan soal siapa bupatinya, tapi tentang jiwa-jiwa yang ingin menyelamatkan lingkungan,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi, gerakan 20.000 pohon ini diharapkan jadi budaya baru di Situbondo. Langkah ini diyakini mampu jadi fondasi kuat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi generasi mendatang dari ancaman bencana.

 

 

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru