Selamatkan Generasi! Sahabat ATS Jadi Senjata Pemkot Probolinggo Lawan Anak Putus Sekolah di Wiroborang

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan sinergi pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Wiroborang menjadi langkah nyata Pemkot Probolinggo menyelamatkan masa depan generasi

Kegiatan sinergi pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Wiroborang menjadi langkah nyata Pemkot Probolinggo menyelamatkan masa depan generasi

PROBOLINGGO – Suasana Kantor Kelurahan Wiroborang, Selasa (21/4/2026), tak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pejabat dan tokoh masyarakat. Di balik agenda Gerakan Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak Sekolah (Sahabat ATS), tersimpan kegelisahan besar: puluhan anak di Kota Probolinggo masih tercecer dari bangku pendidikan.

Pemerintah Kota Probolinggo melalui sambutan resmi yang disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah, Dr. R. Suwigtyo, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) bukan sekadar angka statistik—melainkan “alarm keras” bagi masa depan daerah.

“Setiap anak yang tidak bersekolah berarti satu potensi yang hilang, satu keluarga yang tertinggal, dan satu ancaman bagi kemajuan kota,” tegasnya dengan nada penuh keprihatinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data terbaru di Kelurahan Wiroborang mengungkap fakta mencengangkan: terdapat 42 anak tidak sekolah, terdiri dari 12 anak putus sekolah, 8 anak lulus namun tidak melanjutkan, serta 22 anak yang bahkan belum pernah mengenyam pendidikan. Angka ini menjadi simbol nyata bahwa masih ada celah besar dalam pemenuhan hak dasar pendidikan.

Tak ingin tinggal diam, Pemkot Probolinggo meluncurkan gerakan “Sahabat ATS” sebagai langkah strategis dan kolaboratif. Program ini dirancang secara holistik—menyentuh aspek pendidikan, ekonomi, sosial, hingga psikologis—dengan pendekatan berbasis data akurat “by name by address”.

“Ini bukan sekadar pendataan. Kita harus tahu akar masalahnya—apakah karena kemiskinan, pernikahan dini, disabilitas, atau faktor lainnya. Dari situlah solusi tepat bisa diambil,” lanjutnya.

Gerakan ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah, camat, lurah, hingga RT dan RW sebagai garda terdepan dalam menemukan dan mendampingi anak-anak ATS kembali ke sekolah. Sekolah pun didorong membuka pintu selebar-lebarnya, menjadi ruang aman dan ramah bagi mereka yang kembali belajar.

Lebih dari itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan target menaikkan angka partisipasi sekolah dan rata-rata lama sekolah, Pemkot optimistis dapat mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada 2025 telah mencapai 78,50—lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Timur.

Ambisi besar pun dipasang: seluruh data ATS harus tuntas diverifikasi paling lambat akhir Mei 2026, agar anak-anak tersebut bisa kembali belajar pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Di akhir sambutannya, Pj. Sekda mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama.

“Ini adalah kerja kolektif. Kita harus menjemput mereka, bukan menunggu. Pastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dari haknya untuk belajar.”

Gerakan ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan panggilan nurani. Sebab di balik setiap anak yang kembali ke sekolah, tersimpan harapan baru bagi masa depan Kota Probolinggo.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan
DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur
Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran
Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile
Tak Sekadar Kejar Target Fisik, Dinkes Probolinggo Pastikan Mutu Layanan Kesehatan di Maron Berjalan Selaras
Saat Musik Melintasi Batas Negara Banyak Bunyik Republik Malaysia Siap Guncang Panggung ASH 2026 di Kaki Argopuro
Amanah Baru Salamet Supriyadi, Isi Kursi Kabag Perekonomian Sumenep yang Ditinggalkan Dadang
Camat, Sekcam hingga Pejabat RSUD Berganti, Wabup Sumenep Titip Pesan Soal Amanah dan Pelayanan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:56 WIB

Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan

Minggu, 20 September 2026 - 21:19 WIB

DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur

Minggu, 20 September 2026 - 17:33 WIB

Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14 WIB

Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile

Sabtu, 19 September 2026 - 10:57 WIB

Tak Sekadar Kejar Target Fisik, Dinkes Probolinggo Pastikan Mutu Layanan Kesehatan di Maron Berjalan Selaras

Berita Terbaru