BAWEAN — Bank Indonesia (BI) menggelar kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat distribusi uang layak edar sekaligus menjaga kedaulatan rupiah di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Dewan Gubernur (ADG) Bidang 5 bersama jajaran Bank Indonesia. Rangkaian ekspedisi diawali dari Komando Armada II Surabaya, yang kemudian dilanjutkan dengan pelayaran menggunakan KRI Makassar menuju Pulau Bawean.
Setibanya di lokasi, Bank Indonesia melaksanakan berbagai agenda, di antaranya layanan penukaran uang layak edar, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, serta kegiatan sosial bersama masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu agenda utama adalah kunjungan ke Pondok Pesantren Hasan Jufri. Dalam kegiatan tersebut, BI memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga rupiah, menyerahkan bantuan, serta berdialog langsung dengan santri dan masyarakat setempat.
Dewan Pengasuh Ponpes Hasan Jufri, KH. Abdul Halim, Lc., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, khususnya pesantren dan perguruan tinggi, dengan lembaga seperti Bank Indonesia.

“Kami percaya kehadiran Bank Indonesia bukan hanya secara fisik, tetapi juga membawa nilai edukasi dan semangat kemandirian ekonomi bagi masyarakat, khususnya para santri dan mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan antara Bank Indonesia dengan Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean serta Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri.

“Harapan kami, terbuka akses edukasi keuangan syariah bagi mahasiswa dan santri, tumbuhnya kewirausahaan berbasis pesantren, serta hadirnya program pembinaan ekonomi yang berkelanjutan di Pulau Bawean,” tambahnya.
Bank Indonesia menegaskan bahwa program Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang berkualitas, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan.
Melalui kegiatan ini, BI berharap distribusi uang layak edar semakin merata, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat dalam menggunakan dan merawat rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.







