Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus mengoptimalkan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada penguatan pendidikan kesetaraan bagi Narapidana. Kamis (23/4), jajaran Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) aktif melakukan penjaringan peserta untuk program pendidikan setara SD, SMP, hingga SMA melalui PKBM Mandiri Lapas Cipinang.

 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berbasis kebangsaan, di mana pendidikan dipandang sebagai hak dasar sekaligus fondasi penting dalam membentuk Warga Binaan yang sadar, bertanggung jawab, dan siap kembali berperan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan merupakan instrumen penting dalam proses pembinaan yang berkelanjutan.

 

“Pendidikan bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi membentuk cara berpikir dan sikap hidup. Melalui program ini, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki bekal yang cukup untuk bangkit dan kembali sebagai warga negara yang produktif,” tegasnya.

 

Di lapangan, proses penjaringan tidak selalu berjalan mudah. Petugas harus melakukan pendekatan persuasif untuk membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan.

Staf Bimkemas, Kusdie Fauzan, mengakui bahwa tantangan utama adalah rendahnya minat awal Warga Binaan terhadap program tersebut. “Awalnya memang tidak mudah, karena masih ada yang belum melihat pentingnya pendidikan, meskipun program ini gratis. Namun setelah kami lakukan pendekatan secara intensif, alhamdulillah hari ini semakin banyak yang tertarik dan mendaftar,” jelasnya.

 

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh sisi personal—membangun kesadaran bahwa pendidikan adalah kesempatan kedua untuk memperbaiki masa depan.

 

Salah satu Warga Binaan berinisial HR, yang belum memiliki ijazah SMP, mengaku semakin termotivasi untuk mengikuti program tersebut. “Saya ingin punya ijazah dan memperbaiki masa depan. Ini kesempatan yang tidak boleh saya lewatkan,” ungkapnya.

 

Melalui penguatan program pendidikan kesetaraan, Lapas Cipinang menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada pemenuhan hak dasar dan pembangunan kualitas manusia. Upaya ini menjadi bagian dari Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam menciptakan Warga Binaan yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap kembali berkontribusi bagi bangsa dan masyarakat.( Ragil).

Berita Terkait

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal
MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa
Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis
Ketum Yakuza Maneges Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kerja Nyata, dan Kepatuhan Hukum
Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton
Satu Per Satu Aksi Gelapnya Terbongkar, Endang Dasawisatra Jadi DPO
Hari ke-16 TMMD ke-129 Kodim 0210/TU, Pembukaan Jalan Sijarango–Pusuk 2 Hutari Tembus 83,02 Persen, Akses Ekonomi Warga Kian Dekat
APTRI Ancam Gelar Aksi di Istana Jika Pemerintah Tak Segera Naikkan HPP Gula 16.875/kg

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:10 WIB

MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Ketum Yakuza Maneges Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kerja Nyata, dan Kepatuhan Hukum

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton

Berita Terbaru

NASIONAL

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Senin, 3 Agu 2026 - 18:19 WIB