SUMENEP – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Wiraraja (Unija) sukses menggelar forum diskusi bertajuk “Telesik Isu Keummatan dan Kebangsaan”, Sabtu (25/4/2026), di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini menjadi magnet bagi aktivis mahasiswa lintas organisasi, baik internal kampus maupun eksternal. Sejumlah organisasi ekstra kampus (ormek), organisasi daerah (Orda), hingga berbagai UKM di lingkungan UNIJA turut ambil bagian dalam forum tersebut.
Ketua Pelaksana, Nur Fawaid Aziz, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bijak dalam menyikapi isu keagamaan dan politik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga arif dalam beragama dan berpolitik. Moderasi adalah kunci agar perbedaan tidak berubah menjadi perpecahan,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber, Hasyim Khafani, SH dan Dr. Wilda Rasaili, S.I.P., M.A., yang memaparkan pentingnya peta jalan moderasi di Indonesia.
Keduanya menyoroti bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini adalah menjaga dan merawat kebhinekaan di ruang publik.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan beberapa poin utama:
Moderasi Beragama: Toleransi sebagai fondasi utama dalam menerima perbedaan.
Resolusi Konflik: Perbedaan harus dipandang sebagai kekayaan intelektual, bukan sumber perpecahan.
Peran Mahasiswa: Menjadi jembatan komunikasi yang mampu meredam ketegangan dalam isu-isu kebangsaan.
Diskusi berlangsung interaktif dan dinamis. Kehadiran peserta dari luar kampus dan luar daerah memberikan perspektif beragam, menegaskan bahwa isu keummatan dan kebangsaan merupakan keresahan bersama yang membutuhkan solusi kolektif.
Melalui kegiatan ini, LDK Unija berharap semangat moderasi tidak berhenti dalam ruang diskusi semata, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik nyata di tengah kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.







