Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, saat berinteraksi dan memberikan santunan kepada anak-anak disabilitas dalam kegiatan sosial di Pamekasan

Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, saat berinteraksi dan memberikan santunan kepada anak-anak disabilitas dalam kegiatan sosial di Pamekasan

PAMEKASAN— Gerakan kemanusiaan yang dibangun Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, terus berkembang dan semakin menyita perhatian publik. Setelah sebelumnya mengguncang hati masyarakat lewat sederet aksi sosial penuh haru di berbagai daerah, kini BIP kembali melangkah lebih jauh dengan menghadirkan bantuan hukum gratis bagi rakyat kecil melalui LBH Bani Insan Peduli.

Langkah tersebut dinilai sebagai babak baru perjuangan sosial BIP Foundation. Jika sebelumnya organisasi itu dikenal aktif melalui santunan yatim dhuafa, bantuan kemanusiaan, pembangunan rumah tahfidz, hingga kegiatan sosial berskala besar, kini BIP mulai masuk pada perjuangan perlindungan hukum dan advokasi keadilan sosial bagi masyarakat kecil.

Kemunculan LBH Bani Insan Peduli langsung menjadi sorotan publik. Lembaga tersebut hadir membawa semangat kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses hukum karena keterbatasan ekonomi maupun minimnya pendampingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui layanan bantuan hukum gratis, LBH Bani Insan Peduli membuka berbagai pendampingan mulai dari kasus pidana, perdata, sengketa tanah, perlindungan perempuan dan anak, advokasi HAM, mediasi sengketa, penyuluhan hukum, hingga pendampingan masyarakat saat menghadapi proses pemeriksaan hukum.

Langkah besar itu dianggap menjadi lanjutan dari rangkaian gerakan sosial BIP Foundation yang sebelumnya lebih dulu mengguncang perhatian masyarakat di berbagai daerah.

Sebelumnya, nama BIP Foundation sempat menjadi perbincangan luas usai menggelar kegiatan sosial besar di Bakorwil IV Pamekasan pada April 2026 lalu. Saat itu, ribuan anak penyandang disabilitas bersama orang tua mereka memadati lokasi kegiatan dalam suasana penuh haru dan kebersamaan.

Sekitar 2.000 anak berkebutuhan khusus hadir dalam kegiatan bertema Memetik Berkah melalui Senyum Anak-anak Surga. Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar agenda santunan biasa, melainkan menjadi simbol kuat bahwa gerakan sosial BIP mulai menyentuh kelompok masyarakat yang selama ini kerap berada di pinggir perhatian sosial.

Di tengah suasana yang menyentuh, BIP Foundation menghadirkan ruang penerimaan dan kesetaraan bagi anak-anak disabilitas agar mereka tidak lagi merasa berbeda di tengah masyarakat. Kehadiran fasilitas ramah disabilitas serta perhatian penuh selama kegiatan berlangsung membuat banyak keluarga merasa diperhatikan, bukan hanya secara materi tetapi juga secara emosional dan sosial.

Bagi sejumlah orang tua, kegiatan tersebut menjadi momen langka yang memberi semangat baru bagi anak-anak mereka. Tidak sedikit yang merasa bahwa anak-anak penyandang disabilitas akhirnya mendapatkan ruang untuk dihargai dan diterima secara lebih luas di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan itu kemudian memperkuat citra BIP Foundation sebagai gerakan kemanusiaan yang tidak hanya fokus pada bantuan sosial sesaat, tetapi juga mencoba membangun kepedulian sosial dan inklusivitas di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, BIP Foundation sebelumnya juga telah menggelar berbagai kegiatan sosial berskala besar di sejumlah daerah lainnya. Di Kabupaten Sumenep, ribuan warga dari kalangan dhuafa, pekerja informal hingga penyandang disabilitas turut hadir dalam kegiatan sosial yang digelar BIP pada Maret 2026.

Sementara di Pamekasan, program buka puasa bersama dan belanja kebutuhan Lebaran bersama sekitar 3.000 anak yatim bahkan menjadi perhatian nasional hingga mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Publik juga sempat dibuat haru saat BIP Tour berlangsung di berbagai daerah Jawa Timur hingga Jawa Barat. Di Malang, ratusan lansia menangis saat dipeluk langsung oleh Ali Zainal Abidin di Yayasan Griya Lansia. Sedangkan di Lamongan, BIP Foundation menyalurkan bantuan sosial lebih dari Rp1 miliar untuk yayasan, pembangunan masjid, ambulans hingga bantuan bagi pasien ODGJ.

Puncaknya terjadi saat peresmian Istana Tahfidz Alquran MBS di lingkungan IAI Tihamah Cirebon. Bangunan tersebut dipersiapkan menjadi rumah lahirnya generasi penghafal Alquran dari kalangan yatim, dhuafa dan fuqoro’.

Di hadapan ratusan jamaah yang hadir saat itu, suasana haru pecah ketika Ali Zainal Abidin menyampaikan tekad hidupnya untuk terus mengabdikan diri bagi masyarakat kecil, anak yatim dan kaum dhuafa.

Rangkaian aksi sosial itulah yang kini dinilai menjadi penggiring kuat lahirnya berbagai program lanjutan BIP Foundation, termasuk gerakan bantuan hukum gratis melalui LBH Bani Insan Peduli.

Sejak berdiri pada 2023, BIP Foundation terus memperluas jangkauan gerakannya ke berbagai daerah seperti Madura, Malang, Pasuruan hingga Cirebon. Gerakan itu tidak hanya menghadirkan bantuan sosial, tetapi juga mencoba membangun ruang kepedulian, pendidikan, kemanusiaan, dan perjuangan keadilan sosial bagi masyarakat luas.

Kini, dengan kombinasi gerakan sosial, santunan yatim dhuafa, pendidikan Alquran, bantuan kemanusiaan hingga advokasi hukum gratis, nama Ali Zainal Abidin semakin dikenal sebagai figur yang membangun gerakan kemanusiaan dengan pendekatan sosial, spiritual dan perjuangan keadilan sekaligus.

Bagi BIP Foundation, kemanusiaan bukan sekadar memberi bantuan sesaat, tetapi memastikan masyarakat kecil tetap memiliki harapan, perlindungan, dan tempat untuk diperjuangkan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kades Pinggirpapas Kalianget Sumenep H. Ubaid Hadiri Khotmil Qur’an MDT Al-Khoiron, Tegaskan Pentingnya Mencetak Generasi Qurani di Tengah Arus Zaman
Santunan Mengalir di Tengah Ziarah Kubur: Founder BIP Ali Zainal Abidin Kembali Diserbu Ribuan Warga Sumenep, Aksi Sosial di Pemakaman Sang Ibunda Menggugah Nurani
Dari Sumenep untuk Indonesia! Soekarno Fun Run 2026 Siap Guncang Gelora Nasionalis
Setelah Melalui Sederet Kegiatan Hardiknas, CV Ayunda Hadirkan Ledakan Kebersamaan di JJS Berhadiah Umroh SDN Barkot 3 Pamekasan
Sarasehan Membangun Bawean Gresik, Warga Tagih Janji G1 Transportasi Laut Layak
Ajudan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin Bikin Suasana Cafe Mami Muda Sumenep Hidup, Malam Silaturahmi Berubah Jadi Panggung Keakraban
Duet Dandim Sumenep–Dandim Surabaya Guncang Cafe Mami Muda, Simbol Keakraban, Kekompakan, dan Humanisme TNI Tanpa Sekat
Dandim Sumenep Letkol Inf Citra Persada Bius Suasana Cafe Mami Muda, Lagu “Ijinkan Aku Menyayangimu” Bikin Tamu Terpukau

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:07 WIB

Santunan Mengalir di Tengah Ziarah Kubur: Founder BIP Ali Zainal Abidin Kembali Diserbu Ribuan Warga Sumenep, Aksi Sosial di Pemakaman Sang Ibunda Menggugah Nurani

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:06 WIB

Dari Sumenep untuk Indonesia! Soekarno Fun Run 2026 Siap Guncang Gelora Nasionalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:41 WIB

Setelah Melalui Sederet Kegiatan Hardiknas, CV Ayunda Hadirkan Ledakan Kebersamaan di JJS Berhadiah Umroh SDN Barkot 3 Pamekasan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:12 WIB

Sarasehan Membangun Bawean Gresik, Warga Tagih Janji G1 Transportasi Laut Layak

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:50 WIB

Ajudan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin Bikin Suasana Cafe Mami Muda Sumenep Hidup, Malam Silaturahmi Berubah Jadi Panggung Keakraban

Berita Terbaru