BAWEAN – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Koordinator Wilayah (Korwil) V Bawean menggelar lomba mewarnai Damar Kurung yang melibatkan siswa tingkat TK dan SD se-Wilker V Bawean, meliputi Kecamatan Sangkapura dan Tambak.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni babak penyisihan di tingkat sekolah dan babak final di tingkat kecamatan. Babak penyisihan untuk jenjang TK dan SD dilaksanakan secara serentak Hari ini pada Rabu, 29 April 2026, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB di sekolah masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahap awal, seluruh peserta mengikuti lomba di lembaga masing-masing. Setelah itu, pihak sekolah melakukan penilaian untuk menentukan karya terbaik yang akan dikirim ke tingkat kecamatan. Untuk jenjang SD, masing-masing sekolah mengirim enam karya terbaik yang terdiri dari tiga karya kelas rendah (kelas 1–3) dan tiga karya kelas tinggi (kelas 4–6). Sementara itu, untuk TK, setiap sekolah mengirim empat karya terbaik, masing-masing dua dari kelompok TK A dan dua dari TK B.
Seluruh hasil karya terbaik wajib disetorkan ke Kantor Korwil V Bawean di Pesanggrahan, Kecamatan Sangkapura pada hari yang sama, paling lambat pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, panitia tingkat kecamatan akan menyeleksi karya yang masuk dan menetapkan peserta terbaik untuk melaju ke babak final.

Babak final lomba mewarnai Damar Kurung dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di Kantor Korwil V Bawean Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Pada tahap ini, seluruh alat dan bahan lomba disediakan oleh panitia, dan peserta akan dinilai langsung oleh tim juri untuk menentukan juara 1, 2, dan 3.
Kriteria penilaian dalam lomba ini meliputi kerapian, komposisi warna, serta kesesuaian dan keindahan hasil karya. Apabila tiga warna yang disediakan panitia dirasa kurang mencukupi, peserta diperkenankan menyempurnakan hasil karyanya menggunakan crayon.
Lomba ini mengangkat tema Damar Kurung, yakni lentera dengan bentuk khas yang berasal dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia, dan memiliki ciri berbeda dengan lampion China. Damar Kurung merupakan salah satu warisan budaya daerah yang sarat nilai seni dan sejarah.
Para pemenang nantinya akan mendapatkan piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Penyerahan hadiah direncanakan setelah pelaksanaan upacara Hardiknas pada 2 Mei 2026.

Koordinator Wilayah (Korwil) V Bawean Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Sahrani Nur, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga harus diisi dengan kegiatan edukatif yang mampu mengembangkan potensi peserta didik.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar menghargai karya seni dan mengenal warisan budaya daerah seperti Damar Kurung,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat Hari Pendidikan Nasional 2026 dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh peserta didik, guru, dan satuan pendidikan di wilayah Bawean.
Penulis : Abd Hamid







