Lelah Jadi Penghasil Tanpa Hasil, Madura Akhirnya Bergerak: KEK Tembakau Jadi Jalan Terakhir Menuju Keadilan Ekonomi

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dorongan pembentukan KEK Tembakau di Madura kian menguat sebagai upaya mengakhiri ketimpangan ekonomi yang selama ini dirasakan masyarakat.

Dorongan pembentukan KEK Tembakau di Madura kian menguat sebagai upaya mengakhiri ketimpangan ekonomi yang selama ini dirasakan masyarakat.

SURABAYA – – Ledakan tuntutan keadilan ekonomi akhirnya pecah. Pulau Madura yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung tembakau nasional, kini menolak terus berada di posisi “penonton”. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun bergerak cepat, mendorong percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau, sebuah langkah yang dinilai sebagai titik balik nasib ekonomi masyarakat Madura.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tampil dengan sikap tegas. Ia tak ingin potensi besar Madura terus terkunci tanpa dampak nyata bagi masyarakatnya.

“Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal. Madura harus maju, dan ini akan kita perjuangkan sampai berhasil,” tegasnya, memberi sinyal keras bahwa kesenjangan ini harus diakhiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik dorongan itu, tersimpan ironi panjang. Produksi tembakau Jawa Timur mencapai puluhan persen dari total nasional, dengan kontribusi besar dari Madura. Namun, keuntungan industri hilir justru lebih banyak dinikmati di luar wilayah tersebut.

Artinya sederhana tapi menyakitkan: Madura menghasilkan, daerah lain menikmati.

Fakta ini menjadi bahan bakar utama percepatan KEK Tembakau. Berbagai dokumen penting kini tengah disiapkan secara intensif, mulai dari dukungan kepala daerah se-Madura hingga kajian akademik yang akan diajukan ke pemerintah pusat.

Tak hanya itu, langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari para Bupati se-Madura yang telah menyatakan komitmen bersama untuk memperjuangkan lahirnya KEK Tembakau sebagai jalan keluar dari ketimpangan yang selama ini terjadi. Dukungan kolektif ini menjadi sinyal kuat bahwa Madura tidak lagi berjalan sendiri, melainkan bergerak serentak dalam satu kepentingan besar.

“Ini bukan sekadar pembangunan kawasan. Ini tentang mengembalikan hak ekonomi masyarakat Madura,” ujar Subairi Muzakki, Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik.

Tak tanggung-tanggung, Khofifah juga telah menugaskan Wakil Gubernur Emil Dardak untuk mengawal langsung seluruh proses teknis agar tidak tersendat di tengah jalan.

Namun jalan menuju KEK bukan tanpa hambatan. Persoalan klasik seperti mahalnya biaya logistik dan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan nyata yang harus segera dipecahkan.

Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengingatkan bahwa tanpa solusi konkret, KEK bisa kehilangan daya tarik bagi investor. “Ini peluang emas, tapi kalau tidak siap, bisa jadi bumerang,” tegasnya.

Meski demikian, semangat perubahan kini tak bisa dibendung. KEK Tembakau Madura telah menjelma menjadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan yang selama ini berlangsung diam-diam.

Bagi masyarakat Madura, ini bukan hanya soal ekonomi. Ini soal harga diri yang selama ini terasa terpinggirkan. Soal harapan yang terlalu lama tertunda.

Kini, langkah ini menjadi penentu: apakah Madura benar-benar akan bangkit, atau kembali terjebak dalam lingkaran lama tanpa perubahan nyata.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri
Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan
JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa
Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim
Kunjungi Stan Arinna di Madura Culture Festival, Bupati Sumenep Borong Roti Arinna Bakery, Wujud Dukungan terhadap Produk Lokal
Tinjau Stan Bank Jatim di MCF 2026, Bupati Sumenep Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Semakin Dekat dengan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:09 WIB

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:27 WIB

JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa

Berita Terbaru