BAWEAN — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menorehkan langkah bersejarah dengan menggelar turun ke bawah (turba) perdana ke PCNU Bawean, Jumat (15/5/2026). Kunjungan ini tak sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penguatan kelembagaan NU hingga ke wilayah kepulauan.
Dipimpin Wakil Ketua PWNU Jatim, Prof. KH. Masykuri Bakri, rombongan disambut hangat jajaran PCNU Bawean. Agenda dilanjutkan dengan ziarah ke makam Jujuk Tampo (Makdum Ibrahim), sosok yang dikenal masyarakat sebagai Sunan Bonang, di Dusun Tampo, Desa Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura.
Ziarah berlangsung khidmat, didampingi langsung Ketua PCNU Bawean KH. Fauzi Rauf bersama para pengurus. Kehadiran PWNU Jatim di lokasi ini menjadi penegas kuatnya ikatan spiritual sekaligus historis antara Bawean dan jejak dakwah para Wali Songo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Pudakit Barat, Tobron, menyebut kunjungan tersebut sebagai angin segar bagi pengembangan wisata religi di wilayahnya.
“Ini momentum besar. Kami melihat potensi makam Jujuk Tampo untuk semakin dikenal luas dan menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihak desa tidak ingin momentum ini berlalu begitu saja. Pengembangan kawasan makam telah mulai dirancang sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin kawasan ini hidup. Bukan hanya sebagai tempat ziarah, tapi juga menggerakkan ekonomi warga. Harapannya, membawa berkah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegas Tobron.
Turba ini menjadi sinyal kuat bahwa Bawean tidak lagi berada di pinggiran perhatian, melainkan bagian penting dalam peta gerakan dan khidmat Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.
Penulis : Abd Hamid







