Perjalanan Kemanusiaan BIP Tour Jatim Getarkan Lamongan–Malang, Ratusan Lansia Tak Kuasa Menahan Tangis Doakan Ali Zainal Abidin

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana penuh haru terlihat saat para lansia berebut menyalami dan mendoakan Founder BIP di sela kegiatan santunan akbar.

Suasana penuh haru terlihat saat para lansia berebut menyalami dan mendoakan Founder BIP di sela kegiatan santunan akbar.

MALANG, Ahad 17 Mei 2026 — Rangkaian panjang BIP Tour Jatim dari Lamongan menuju Malang berubah menjadi perjalanan kemanusiaan yang penuh haru. Setelah sebelumnya mengguncang hati publik lewat aksi sosial besar di Yayasan Berkas Bersinar Abadi Lamongan, rombongan BIP Foundation kembali melanjutkan langkahnya ke Yayasan Griya Lansia Malang dengan agenda yang hampir serupa, namun menghadirkan suasana emosional yang jauh lebih dalam.

Di tempat itu, bukan tepuk tangan yang pertama kali terdengar saat Founder BIP, Ali Zainal Abidin, tiba. Yang pecah justru isak tangis ratusan lansia yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan kesunyian usia senja.

Sebagian dari mereka berdiri dengan tubuh renta. Sebagian lainnya hanya mampu duduk sambil menggenggam tangan relawan. Mata mereka berkaca-kaca ketika melihat rombongan BIP datang membawa bantuan, perhatian, dan yang paling mereka rindukan, yakni kepedulian tanpa batas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana mendadak berubah hening ketika beberapa lansia mulai memeluk Ali Zainal Abidin sambil berulang kali mendoakannya. Ada yang menangis tanpa kata. Ada yang terus mengusap air mata sambil mengangkat tangan berdoa.

“Semoga sehat panjang umur nak… semoga rezekinya terus dilancarkan,” ucap salah seorang lansia dengan suara bergetar.

Pemandangan itu membuat Ali Zainal Abidin tak mampu lagi menahan emosinya. Di hadapan ratusan lansia yang hidup di penghujung usia dengan kondisi tak lagi kuat, matanya mulai memerah. Suaranya beberapa kali terputus saat memberikan sambutan.

Ia mengaku, pertemuan dengan para lansia di Malang menjadi salah satu momen paling berat sekaligus paling menyentuh selama perjalanan BIP Tour Jatim berlangsung.

Sosol dermawan  yang juga disebut sebagai Abul Yatama (Bapaknya anak yatim ) berkat kepeduliannya yang tanpa batas ini bersimpuh di depan para lansia sambil memastikan bahwa mereka tidak sendirian.

“Panjenengan semua jangan cemas. Jangan merasa ditinggalkan. BIP akan terus ada di belakang panjenengan semua,” ucapnya.

Kalimat itu langsung disambut tangis para penghuni yayasan. Beberapa lansia bahkan terlihat menunduk sambil mengusap wajahnya menggunakan kerudung dan kain sarung.

Dalam kegiatan tersebut, BIP Foundation kembali menyalurkan santunan akbar, bantuan kebutuhan yayasan, peralatan penunjang operasional, hingga dukungan fasilitas sosial lainnya sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kelompok rentan yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Namun seperti yang terjadi di Lamongan, bantuan material bukan menjadi inti utama dari gerakan ini. Yang paling terasa justru pendekatan kemanusiaan yang dibangun tanpa jarak.

Rombongan BIP membaur bersama para lansia. Mereka makan bersama, berbincang, mendengarkan cerita kehidupan para penghuni yayasan, hingga mendampingi beberapa lansia yang terlihat ingin terus berada dekat dengan para relawan.

Tidak ada sekat antara tamu dan penerima bantuan. Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang sederhana, tetapi begitu menyentuh.

Sebelumnya, BIP Foundation juga menjadi sorotan publik saat menggelar aksi sosial besar di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jumat (15/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, BIP menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar.

Bantuan itu meliputi pembangunan masjid yayasan senilai Rp1 miliar, satu unit ambulans, dua ekor sapi kurban, hingga komitmen membantu penyelesaian pembelian aset tanah yayasan.

Di Lamongan, suasana haru juga pecah ketika para pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diajak berinteraksi langsung bersama relawan BIP. Mereka bernyanyi bersama, bercengkerama, hingga makan bersama tanpa rasa canggung.

Bahkan di tengah guyuran hujan, seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Ali Zainal Abidin juga memperkenalkan program khusus bagi pasien ODGJ yang dinyatakan sembuh. Setiap pasien yang berhasil pulih akan mendapatkan uang saku sebesar Rp2 juta sebagai dukungan awal untuk kembali menjalani kehidupan sosial bersama keluarganya.

Program tersebut menjadi perhatian besar para undangan karena dinilai bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bentuk keberlanjutan kepedulian terhadap proses pemulihan pasien.

Rangkaian kegiatan dari Lamongan hingga Malang semakin memperlihatkan bahwa gerakan sosial BIP Foundation kini berkembang menjadi kekuatan kemanusiaan yang melibatkan banyak elemen dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Pamekasan, Sumenep, hingga Malang.

Sejak berdiri pada 2023, BIP Foundation memang terus memperluas jangkauan gerakannya dengan fokus pada kelompok rentan seperti lansia, pasien ODGJ, masyarakat miskin, hingga yayasan sosial yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Di tengah santunan, bantuan, dan berbagai fasilitas yang diberikan, ada satu hal yang paling membekas sore itu: tangis para lansia yang akhirnya merasa masih dianggap ada.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Ketika Media Menjadi Cahaya, Hari ke-33 Detikzone.id Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep Kembali Menguatkan Warga Dhuafa Secara Door to Door
PLN Nusantara Power UP Gresik Bersama Pokmaswas Hijau Daun dan Pokdarwis Sejahtera Gili Transplantasi Terumbu Karang di Bawean Gresik
Hari ke-32 Program Detikzone Berbagi Setiap Hari Tetap Sasar Pencari Nafkah Jalanan yang Belum Tersentuh, Bukti Dakwah Sosial dan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Terus Istiqamah
Hari ke-31 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Bangun Peradaban Baru Lewat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim
Pokmaswas Hijau Daun Santuni 50 Anak Yatim, PLN Nusantara Power Perkuat Komitmen Pelestarian Mangrove di Bawean Gresik
Genap Sebulan Menyalakan Asa! Hari Ke-30 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id Kembali Santuni Abang Becak Sumenep sekaligus Dengarkan Jeritan Hatinya
Gema Sholawat dan Doa Anak Yatim, Cara Warga Kalibuntu Probolinggo Rawat Alam dan Tradisi
Hari ke-29 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Santuni Abang Becak Sumenep yang Kerap Pulang Tanpa Membawa Uang

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:33 WIB

Ketika Media Menjadi Cahaya, Hari ke-33 Detikzone.id Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep Kembali Menguatkan Warga Dhuafa Secara Door to Door

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:13 WIB

PLN Nusantara Power UP Gresik Bersama Pokmaswas Hijau Daun dan Pokdarwis Sejahtera Gili Transplantasi Terumbu Karang di Bawean Gresik

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:51 WIB

Hari ke-32 Program Detikzone Berbagi Setiap Hari Tetap Sasar Pencari Nafkah Jalanan yang Belum Tersentuh, Bukti Dakwah Sosial dan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Terus Istiqamah

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:25 WIB

Hari ke-31 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Bangun Peradaban Baru Lewat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:23 WIB

Pokmaswas Hijau Daun Santuni 50 Anak Yatim, PLN Nusantara Power Perkuat Komitmen Pelestarian Mangrove di Bawean Gresik

Berita Terbaru