Hitamnya Arang Jadi Cuan Buat Tasripin Jelang Lebaran Iduladha

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang -Jelang Hari Raya Iduladha , permintaan arang kayu di wilayah Pemalang mengalami peningkatan signifikan. Salah satu perajin arang kayu, Tasripin (65), warga Kampung Mengoneng, Kelurahan Bojongbata, kabupaten Pemalang  mengaku kebanjiran pesanan dalam beberapa pekan terakhir.

Tasripin, yang akrab disapa Ipin, telah puluhan tahun menekuni usaha pembuatan arang kayu secara tradisional di belakang rumahnya. Meskipun berskala kecil dan tidak termasuk industri rumahan formal, usaha ini menjadi tumpuan hidupnya bersama enam orang anaknya.

“Menjelang Iduladha ini pesanan meningkat. Sekali pembakaran kayu bisa menghasilkan 2 hingga 3 kuintal arang. Biasanya saya jual Rp120 ribu per karung besar isi 20 kilogram,” ujar Tasripin pada Rabu ( 20/5 ).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arang kayu yang dihasilkan Tasripin terbuat dari kayu-kayu keras seperti mangga, jambu, nangka, dan pete. Namun, kayu mangga menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan kualitas arang yang dihasilkan. Menariknya, Tasripin tidak membeli bahan baku, melainkan memanfaatkan kayu bekas tebangan yang diberikan secara cuma-cuma oleh pemilik pohon.

“Saya tidak pakai batok kelapa karena harus beli. Kalau kayu, biasanya saya dapat gratis dari orang yang nebang pohon,” katanya sambil tersenyum.

Meningkatnya kebutuhan arang menjelang hari raya diyakini berkaitan erat dengan meningkatnya aktivitas memasak, khususnya untuk kuliner berbasis bakaran seperti sate dan ayam bakar.

Yanto (45), salah satu pelanggan setia arang kayu buatan Tasripin, mengaku selalu memesan setiap 3 hingga 4 hari sekali untuk warung ayam bakarnya.

“Arangnya bagus, bara apinya awet dan panasnya merata. Cocok banget buat membakar ayam,” ungkap Yanto.

Meskipun jumlah perajin arang di Pemalang kian berkurang, permintaan yang stabil hingga meningkat pada momen-momen tertentu membuktikan bahwa arang kayu masih memiliki tempat di pasar lokal, terutama bagi pelaku usaha kuliner tradisional.( Ragil ).

Berita Terkait

Affiliate Marketing: Wajah Baru Kewirausahaan Digital ala Gen Z
Dari Hobi Jadi Cuan, Remaja 16 Tahun di Pemalang Mampu Pelihara Ratusan Kambing
Pemdes Ngeni Blitar Bagikan BLT-DD April 2026 kepada 10 KPM Secara Transparan
P-O-L-C 2026: Cetak Biru Manajemen yang Terlupakan di Era Digital Indonesia
Anggota DPR -RI Rizal Bawazier : Aturan Truk Sumbu 3 Masuk Tol Harus Dijalankan
Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Majelis Salakan Jadi Energi Baru Annuqayah Sumenep, Satukan Alumni, Santri, dan Simpatisan dari Berbagai Daerah
Kunci Sukses Wirausaha di Tengah Persaingan Digital

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:11 WIB

Affiliate Marketing: Wajah Baru Kewirausahaan Digital ala Gen Z

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:08 WIB

Dari Hobi Jadi Cuan, Remaja 16 Tahun di Pemalang Mampu Pelihara Ratusan Kambing

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:06 WIB

Hitamnya Arang Jadi Cuan Buat Tasripin Jelang Lebaran Iduladha

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:17 WIB

Pemdes Ngeni Blitar Bagikan BLT-DD April 2026 kepada 10 KPM Secara Transparan

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:47 WIB

P-O-L-C 2026: Cetak Biru Manajemen yang Terlupakan di Era Digital Indonesia

Berita Terbaru