SUMENEP, Jumat, 22/5/2026— Di balik pelayanan kesehatan yang setiap hari hadir menyentuh masyarakat di Sumenep, terdapat para tenaga kesehatan yang dituntut selalu sigap, kuat, dan siap tanpa jeda. Mereka menjadi garda terdepan yang tidak hanya berhadapan dengan pasien dan berbagai kondisi darurat, tetapi juga harus menjaga konsistensi pelayanan di tengah beban kerja yang terus berjalan.
Kesadaran akan pentingnya kondisi fisik dan ketahanan tubuh tersebut melandasi kegiatan yang digelar oleh Puskesmas Pandian Sumenep melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Kesehatan Kerja dan Olahraga (KESJAOR) melalui aplikasi SIPGAR bagi seluruh staffnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas pemeriksaan kesehatan, melainkan juga menjadi “alarm kesadaran” bahwa kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh kondisi fisik dan ketahanan tubuh para pelaksana di lapangan. Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin kompleks, tenaga kesehatan dituntut tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga prima secara fisik dan mental.

Melalui CKG, berbagai potensi risiko kesehatan dapat dideteksi sejak dini, mulai dari tekanan darah, kadar gula darah, hingga berbagai indikator kesehatan umum lainnya. Sementara itu, KESJAOR melalui SIPGAR menghadirkan pengukuran tingkat kebugaran yang lebih objektif dan terstandar, sehingga kondisi kebugaran setiap pegawai dapat dipetakan secara lebih akurat, terukur, dan berkelanjutan.
Integrasi kedua metode ini menjadi langkah strategis dalam memastikan tenaga kesehatan tidak hanya bekerja, tetapi juga berada dalam kondisi tubuh yang benar-benar siap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah rangkaian kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme, tampak suasana kebersamaan yang hangat di antara para tenaga kesehatan. Satu per satu mengikuti tahapan pemeriksaan dengan kesadaran bahwa kesehatan diri sendiri adalah bagian penting dari tanggung jawab profesi.
Kepala Puskesmas Pandian Sumenep, dr. Fatimatul Insyoniah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
“Tujuan kegiatan ini adalah memantau dan meningkatkan status kesehatan serta kebugaran jasmani seluruh karyawan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Melalui CKG dan KESJAOR melalui aplikasi SIPGAR, kami ingin memastikan tidak ada kondisi kesehatan yang terabaikan, serta setiap tenaga kesehatan benar-benar berada dalam kondisi bugar, siap, dan kuat untuk melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kesehatan tenaga kesehatan merupakan fondasi utama yang tidak dapat ditawar dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas dan berkesinambungan.

Sementara itu, Penanggung Jawab kegiatan, Ahmad Farhan Shidqi, A.Md. Kes, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk membangun kesadaran baru di lingkungan kerja.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga kesehatan dan kebugaran bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagian dari tanggung jawab tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai budaya kerja sehat di lingkungan Puskesmas.
Salah satu perawat Ponkesdes yang bertugas di lokasi, Ila Fadillah, turut mengungkapkan kesannya. Ia menilai kegiatan ini membuka perspektif baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara melayani orang lain dan merawat diri sendiri.
“Selama ini kami fokus melayani pasien, tapi jarang benar-benar mengecek kondisi diri sendiri sedetail ini. Dengan adanya CKG dan KESJAOR melalui aplikasi SIPGAR, kami diingatkan kembali bahwa kami juga harus kuat dan bugar supaya bisa terus melayani tanpa mengorbankan kesehatan kami sendiri,” ungkapnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kepala Dinkes P2KB, drg. Ellya Fardasah, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan di daerah.
Ia menegaskan bahwa kesehatan tenaga kesehatan merupakan aset utama dalam sistem pelayanan publik yang harus terus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan CKG dan KESJAOR melalui aplikasi SIPGAR ini, Puskesmas Pandian Sumenep menegaskan komitmennya bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas harus dimulai dari tenaga kesehatan yang sehat, bugar, dan memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga diri. Sebuah langkah kecil di internal, namun bermakna besar bagi keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.








