Keluarga Besar Brian–Yessy Praneda Kembali Kurban Sapi Jumbo di Idul Adha, Tradisi Tahunan Sarat Makna dan Kepedulian Sosial

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah suasana khidmat Idul Adha 1447 H, Keluarga Besar Brian–Yessy Praneda melaksanakan kurban sapi jumbo sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat makna berbagi di hari yang penuh keberkahan

Di tengah suasana khidmat Idul Adha 1447 H, Keluarga Besar Brian–Yessy Praneda melaksanakan kurban sapi jumbo sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat makna berbagi di hari yang penuh keberkahan

JAKARTA — Di tengah suasana khidmat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Keluarga Besar Brian Praneda dan Yessy Praneda kembali menunaikan ibadah kurban dengan menyembelih satu ekor sapi jumbo berukuran besar. Momen ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang terus dijaga sebagai wujud syukur sekaligus komitmen kepedulian terhadap sesama.

Dari Jakarta, keluarga besar Praneda juga menyampaikan ucapan selamat Idul Adha, lahir dan batin, kepada seluruh umat Muslim, seraya berharap hari raya ini membawa keberkahan, ketenangan, dan semangat berbagi yang semakin luas di tengah masyarakat.

Kurban yang rutin digelar setiap tahun ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga simbol keteguhan nilai kemanusiaan yang terus dihidupkan dalam keluarga besar Praneda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Owner Praneda Care Foundation, Yessy Praneda, menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban ini merupakan bentuk rasa syukur yang mendalam sekaligus pengingat bahwa setiap rezeki memiliki tanggung jawab sosial di dalamnya.

Ia menegaskan bahwa makna kurban sejatinya bukan hanya pada penyembelihan hewan, tetapi pada bagaimana nilai pengorbanan itu menjelma menjadi manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain, terutama mereka yang membutuhkan.

Suasana Idul Adha tahun ini pun terasa lebih bermakna, ketika tradisi tahunan tersebut kembali hadir sebagai pengingat bahwa di balik setiap kurban, tersimpan doa, keikhlasan, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik bagi sesama.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat
Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa
Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya
Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa
BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan
BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang
Miskomunikasi Bantuan Rp2 Miliar BIP di Griya Lansia Malang dan Penyematan Nama Ibunda, Bang Ali: Salahkah Saya Menyematkan Nama Orang Tua Saya?
Hari ke-42 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Menjangkau Dhuafa Sumenep, Komitmen Jurnalisme Kemanusiaan Terus Diteguhkan

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:21 WIB

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30 WIB

Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya

Senin, 13 Juli 2026 - 17:55 WIB

Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 12:46 WIB

BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan

Berita Terbaru