Sumenep, 5 Juni 2026 – Kesibukan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap bagi siswa kelas I hingga kelas V tidak mengurangi semangat warga SDN Panaongan III untuk tetap melaksanakan program pembiasaan karakter yang telah menjadi budaya sekolah. Pada Jumat (5/6), kegiatan BAYAMA (Baca Yasin Bersama) serta Jumat Peduli Yatim dan Fakir Miskin tetap berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme.
Sejak pagi, para siswa mengikuti kegiatan membaca Surah Yasin secara bersama-sama di lingkungan sekolah. Suasana religius dan penuh kekhusyukan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Jumat Peduli Yatim dan Fakir Miskin sebagai bentuk nyata pendidikan karakter yang menanamkan nilai kepedulian sosial, empati, dan semangat berbagi kepada sesama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, yang dikenal dengan penampilan khasnya mengenakan blangkon, menegaskan bahwa pelaksanaan asesmen tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program-program pembiasaan karakter yang telah berjalan secara konsisten di sekolah.
“Kegiatan BAYAMA dan Jumat Sapa Yatim serta Fakir Miskin tetap kami laksanakan walaupun hari ini juga berlangsung Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap. Kedua program ini sangat erat kaitannya dengan pembentukan karakter baik siswa. Pembiasaan karakter tidak boleh memiliki jeda karena karakter dibangun melalui konsistensi dan pengulangan yang terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Agus Sugianto.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi siswa yang religius, peduli, disiplin, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan yang mendukung penguatan karakter tetap menjadi prioritas meskipun sekolah sedang melaksanakan agenda akademik penting.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti pembacaan Yasin dengan tertib dan penuh semangat, kemudian berpartisipasi dalam kegiatan sosial dengan wajah ceria dan penuh kepedulian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang selama ini ditanamkan mulai tumbuh dan mengakar dalam diri peserta didik.
Di SDN Panaongan III, hari Jumat memang dikenal sebagai hari penguatan karakter dan pengembangan diri. Setelah kegiatan Jumat Sapa Yatim dan Fakir Miskin, biasanya para siswa melanjutkan kegiatan dengan Pembiasaan Baca Sifat Dua Puluh (PEMBASUH), kemudian mengikuti program Belajar dan Gemar Bahasa Inggris (BERGARIS), serta ditutup dengan kegiatan Intrakurikuler Pramuka Jumat Pramuka Agar Tangguh dan Istiqamah (JUMPAARTIS)yang bertujuan melatih kemandirian, kepemimpinan, dan kerja sama.
Komitmen SDN Panaongan III dalam menjaga keberlangsungan program-program karakter di tengah padatnya kegiatan akademik menjadi bukti bahwa pendidikan sejati tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk hati dan kepribadian peserta didik.
“Asesmen mengukur kemampuan siswa hari ini, tetapi karakter akan menentukan masa depan mereka nanti.” Prinsip itulah yang terus dipegang teguh oleh SDN Panaongan III dalam mengawal lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak, dan peduli terhadap sesama.









