Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang- Akibat cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang melanda perairan utara laut jawa dalam beberapa pekan ini, membuat ratusan nelayan di pelabuhan Tanjungsari Pemalang tidak bisa melaut,

Puluhan kapal berukuran besar dan kecil, terlihat parkir di dermaga pelabuhan Tanjungsari, Pemalang,Jawa Tengah, pada Kamis ( 11/6 ).

Akibat banyaknya kapal Nelayan yang parkir membuat dermaga tidak mampu lagi menampung, sehingga kapal-kapal saling berdesakan dan berpotensi mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Halim ( 50 ) salah satu Nelayan ketika dikonfirmasi pada saat mau berangkat melaut mengatakan, jika dirinya dalam beberapa pekan terakhir ini baru mau berangkat melaut mencari ikan, setelah lama menganggur di rumah , Ia mengatakan bahwa akibat cuaca ekstrim dan gelombang besar, banyak nelayan enggan pergi mencari ikan,

“Saya sendiri baru mau melaut itupun cuman dipinggiran tidak terlalu ke tengah laut karena cuaca dan angin kencang masih melanda,” tuturnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas perikanan di pelabuhan setempat serta mengganggu perekonomian keluarga nelayan, terutama kebutuhan rumah tangga para istri nelayan.

“Sudah hampir empat bulan suami saya tidak melaut karena cuaca buruk. Kami kesulitan untuk uang belanja karena tidak ada pemasukan. Saya sendiri juga belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar salah satu istri nelayan yang tak mau disebutkan namanya.

Banyak kapal nelayan memilih tidak melaut dan hanya bersandar di dermaga. Akibatnya, pasokan ikan ke tempat pelelangan juga mengalami penurunan.

Pantauan langsung di Pelabuhan Tanjungsari, Pemalang, terlihat ratusan kapal nelayan tidak beroperasi dan memilih bersandar. Mayoritas nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut karena kondisi cuaca yang dinilai tidak aman.

Selain berisiko terhadap keselamatan, cuaca ekstrem juga membuat hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.

Hanya beberapa kapal nelayan yang mencoba peruntungan untuk melaut.

Cuaca buruk memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut. Gelombang tinggi yang disertai angin kencang menjadi faktor utama yang menghambat nelayan bekerja di tengah laut.

Terhentinya aktivitas melaut membuat sebagian besar nelayan terpaksa menganggur tanpa penghasilan tetap. Selama menunggu cuaca membaik, aktivitas yang bisa dilakukan hanya terbatas pada perbaikan kapal dan alat tangkap.

Sementara itu, nelayan yang tetap mencoba melaut umumnya hanya beroperasi di sekitar bibir pantai dengan hasil tangkapan yang sangat minim. *( Ragil)*

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru