Optimalkan Lahan Kurang Produktif Jadi Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendal- Lapas Kelas IIA Kendal berhasil menyulap lahan kurang produktif yang kerap tergenang banjir rob menjadi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang produktif bagi Warga Binaan.

Inovasi ini digagas sebagai langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

​Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kendal, Ary Nirwanto, tantangan alam berupa luapan air rob di kawasan lahan terbuka sukses diantisipasi melalui rekayasa lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Area yang semula kritis kini ditransformasikan menjadi dua sektor unggulan, yaitu klaster tambak budidaya ikan bandeng dan udang, serta klaster pertanian dengan metode adaptif agro-salin untuk tanaman hortikultura.

​”Kami memanfaatkan keterbatasan geografis ini menjadi peluang, Air rob dikelola secara terukur untuk sektor perikanan tambak, sementara area daratannya dioptimalkan untuk pertanian pesisir,” ujar Ary pada Kamis (11/6 ).

​Melalui program SAE ini, para warga binaan yang tengah menjalani proses asimilasi dilibatkan langsung dari proses hulu hingga hilir.

Kegiatan ini tidak hanya difokuskan untuk menghasilkan bahan pangan mandiri bagi lapas, tetapi juga sebagai wadah edukasi guna membekali warga binaan dengan keterampilan agrobisnis yang kuat, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif. ( Ragil)

Berita Terkait

Pasca Harga Pertamax Naik, Ratusan Pesepeda Motor di Pemalang Antri Beli Pertalite
Kajati Jatim Lantik Frendra A.H. Jadi Kajari Situbondo, Tekankan Tegas Namun Humanis
Forkopimda Probolinggo Perkuat Wawasan Kebangsaan, Densus 88 Ingatkan Ancaman Radikalisme Kini Menyasar Generasi Muda
Proyek Rehabilitasi SDN Panyepen 3 Sampang Senilai Rp528 Juta Disorot, Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Kasus BUMD AUKJ Kebumen Memanas, Penasihat Hukum Berharap Penyidik Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Mengadopsi dan Mengadaptasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Sukses Tekan Angka Pernikahan Anak, Kota Kediri Berhasil Masuk Tahap II Penilaian PPA Award 2026
Resmi Nakhodai Lapas Cipinang, DR Syarpani: Tidak Ada Ruang untuk Pungli dan Penyimpangan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:53 WIB

Pasca Harga Pertamax Naik, Ratusan Pesepeda Motor di Pemalang Antri Beli Pertalite

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:50 WIB

Optimalkan Lahan Kurang Produktif Jadi Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:56 WIB

Forkopimda Probolinggo Perkuat Wawasan Kebangsaan, Densus 88 Ingatkan Ancaman Radikalisme Kini Menyasar Generasi Muda

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:03 WIB

Proyek Rehabilitasi SDN Panyepen 3 Sampang Senilai Rp528 Juta Disorot, Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:34 WIB

Kasus BUMD AUKJ Kebumen Memanas, Penasihat Hukum Berharap Penyidik Ungkap Semua Pihak yang Terlibat

Berita Terbaru