Pamekasan, Detikzone.id, Senin, 15/6/2026 – Momentum Tahun Baru Islam 1 Suro tahun ini menjadi lebih bermakna bagi keluarga besar Bani Insan Peduli (BIP) Foundation. Bertepatan dengan ulang tahun Founder BIP, Ali Zainal Abidin, lembaga kemanusiaan tersebut menggelar program Live Sedekah Online sebagai ajakan berbagi kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang akan disiarkan melalui akun TikTok @bani_insan_peduli pada pukul 20.00 WIB itu bukan sekadar siaran biasa. Di balik acara tersebut tersimpan semangat untuk memperluas manfaat dan mengajak lebih banyak orang terlibat dalam gerakan kemanusiaan.
Alih-alih merayakan hari kelahiran dengan pesta dan kemewahan, Ali Zainal Abidin memilih menjadikan momen bertambahnya usia sebagai sarana berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum 1 Suro yang identik dengan refleksi diri, doa, dan harapan baru juga menjadi pengingat bahwa kehidupan akan lebih bermakna ketika mampu memberi manfaat bagi sesama.
Sekadar diketahui, langkah kemanusiaan Bani Insan Peduli (BIP) Foundation seolah tak pernah berhenti. Setelah menebar manfaat bagi ribuan anak yatim, kaum dhuafa, lansia, hingga penyandang disabilitas di berbagai daerah dan hadir di Griya Yatim dan Balita, lembaga sosial yang dipimpin Ali Zainal Abidin ini kembali menunjukkan konsistensinya dalam gerakan sosial berskala besar.
Tak hanya fokus pada pembangunan Rumah Tahfidz Ainun Bani serta berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, BIP kini kembali tancap gas dengan menyiapkan program khitan gratis untuk sekitar 1.000 anak dari berbagai wilayah. Program tersebut menjadi salah satu agenda kemanusiaan terbesar yang pernah dijalankan BIP.
Program khitan massal itu disiapkan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat kurang mampu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Melalui kegiatan tersebut, BIP berupaya meringankan beban orang tua sekaligus memberikan layanan kesehatan yang layak bagi anak-anak.
Selain khitan gratis, BIP Foundation juga aktif menjalankan berbagai program sosial lainnya seperti santunan anak yatim, bantuan kaum dhuafa, program untuk penyandang disabilitas, hingga bedah rumah bagi warga kurang mampu. Salah satu program yang mendapat perhatian publik adalah bedah rumah milik Ibu Salmawati di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.
Tidak hanya bergerak di bidang sosial dan kesehatan, BIP juga terus memperkuat kontribusinya dalam sektor pendidikan. Dalam waktu dekat, ribuan tas sekolah akan dibagikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa menjelang tahun ajaran baru.
Tas sekolah tersebut membawa pesan moral yang sederhana namun kuat, yakni: “Kejar cita-citamu, menjadi orang baik dan jujur untuk bangsa dan negara Indonesia.”
Program itu menjadi lanjutan dari sederet aksi sosial BIP yang sebelumnya telah menyalurkan belasan sapi kurban jumbo di berbagai wilayah Madura dan Jawa Timur serta memberikan santunan Iduladha kepada ribuan anak yatim dan kaum dhuafa.
Suasana haru juga sempat menyelimuti kegiatan ziarah kubur yang dilakukan Ali Zainal Abidin ke makam almarhumah ibundanya dan keluarga besar. Ribuan warga dari berbagai daerah hadir memadati lokasi sebagai bentuk doa dan penghormatan atas konsistensi gerakan kemanusiaan yang selama ini dijalankan BIP.
Di tengah momen tersebut, Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa seluruh kegiatan sosial yang dilakukan merupakan bentuk bakti kepada kedua orang tua yang telah wafat sekaligus wujud tanggung jawab moral kepada masyarakat kecil.
Menurutnya, setiap langkah kebaikan yang dilakukan diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi kedua orang tuanya serta memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Kini, melalui Live Sedekah Online yang digelar bertepatan dengan malam 1 Suro dan ulang tahunnya, Ali Zainal Abidin kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperluas lingkaran kebaikan.
Sebab bagi BIP, ulang tahun bukan hanya tentang bertambahnya usia. Lebih dari itu, ulang tahun adalah momentum untuk memperbanyak manfaat, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Di tengah perjalanan panjang gerakan kemanusiaan yang terus berkembang, BIP kembali menegaskan bahwa kebaikan tidak mengenal batas wilayah, usia, maupun waktu. Kebaikan hanya membutuhkan satu hal: kemauan untuk peduli.








