SUMENEP – Menjelang Malam Pelepasan dan Pisah Kenang Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025–2026, SDN Panaongan III Kecamatan Pasongsongan kembali menorehkan catatan membanggakan. Sekolah dasar yang berada di wilayah pelosok Kabupaten Sumenep tersebut berhasil menarik perhatian berbagai tokoh dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten hingga kecamatan yang secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada para lulusannya.
Perhatian yang datang dari berbagai kalangan ini menjadi fenomena tersendiri. Di tengah keterbatasan letak geografis, SDN Panaongan III justru mampu membangun jejaring yang luas melalui kolaborasi, inovasi pendidikan, serta publikasi positif yang konsisten melalui media online dan media sosial.
Ucapan selamat datang dari KH. Mosleh Adnan, Anggota DPD RI Neng Lia Istifhama, sejumlah Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPRD Kabupaten Sumenep, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Ketua Pergunu Kabupaten Sumenep, Kepala LPP RRI Sumenep, Kabid Pemuda dan Olahraga Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Ketua MWC NU Pasongsongan, Camat Pasongsongan, Seniman dan Pegiat Media Sosial Deni Puja Pranata, Kepala SMAN Sapeken, Ketua Dekopinda Kabupaten Sumenep, Pengurus PERWANAS Jawa Timur, Ketua AMJ Kabupaten Sumenep, hingga Danramil Batang-Batang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi SDN Panaongan III, ucapan tersebut bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, dukungan para tokoh menjadi suntikan motivasi dan cambuk semangat bagi siswa maupun wali murid agar tidak pernah merasa minder karena bersekolah di desa.
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, menegaskan bahwa perhatian dari berbagai tokoh tersebut harus dimaknai sebagai pesan kuat bahwa anak-anak desa memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.
“Anak-anak kami harus percaya bahwa sekolah di pelosok bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Justru perhatian dari para tokoh ini membuktikan bahwa siapa pun bisa sukses selama memiliki semangat belajar, kerja keras, dan tekad yang kuat. Jangan pernah minder karena berasal dari desa. Kesempatan untuk menjadi guru, dokter, pengusaha, pejabat, anggota legislatif, bahkan pemimpin bangsa terbuka bagi siapa saja,” ujarnya.
Agus yang dikenal sebagai Kepala Sekolah berblangkon sekaligus Pelopor Kolaborasi Pendidikan Kecamatan Pasongsongan itu juga mengakui bahwa capaian tersebut tidak lepas dari dukungan media online dan media sosial yang selama ini menjadi jembatan antara sekolah dengan masyarakat luas.
“Jika tidak ada media online dan media sosial yang kami kelola, mungkin SDN Panaongan III tidak akan dikenal oleh banyak tokoh. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada insan media yang selama ini menjadi mitra sekolah dalam menyebarkan berbagai program dan prestasi positif,” ungkapnya.
Menurutnya, era digital telah menghapus banyak batas geografis. Sekolah di desa dan sekolah di kota kini memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kualitas dan prestasinya kepada publik.
“Yang menentukan bukan lokasi sekolahnya, melainkan kemauan untuk berinovasi, berkolaborasi, dan terus bergerak maju. Kami ingin membuktikan bahwa sekolah desa juga bisa menjadi inspirasi,” tambahnya.
Menjelang malam pelepasan siswa, derasnya ucapan selamat dari berbagai tokoh menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar SDN Panaongan III. Dari sebuah sekolah yang berdiri sederhana di ujung utara Kecamatan Pasongsongan, SDN Panaongan III kini menjelma menjadi simbol bahwa dedikasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi mampu mengantarkan sekolah desa dikenal hingga tingkat nasional.
Perjalanan ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi generasi muda bahwa mimpi besar tidak ditentukan oleh tempat mereka bersekolah, melainkan oleh keberanian untuk belajar, berprestasi, dan terus melangkah maju.








