PAMEKASAN – Muharram 1448 Hijriah menjadi saksi bagaimana gerakan kemanusiaan Bani Insan Peduli (BIP) Foundation terus bergerak tanpa jeda. Baru sehari setelah menggelar santunan akbar bersama ribuan anak yatim dan kaum dhuafa di Rumah Induk BIP Foundation, Kabupaten Sumenep, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin kembali memimpin aksi sosial besar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, Sabtu (20/6/2026).
Di hadapan ratusan warga binaan, jajaran petugas lapas, serta sejumlah tamu undangan, H. Ali Zainal Abidin menyampaikan orasi motivasi bertajuk “La Tahzan Illa Ma’ana” atau Jangan Bersedih, Allah Bersama Kita. Suasana mendadak hening ketika ia mengajak para warga binaan untuk tidak tenggelam dalam masa lalu dan menjadikan masa pembinaan sebagai titik awal kebangkitan hidup. Dalam kesempatan tersebut, BIP juga menyalurkan ribuan mushaf Al-Qur’an, santunan bagi warga binaan, serta bantuan senilai Rp2 miliar yang disertai penandatanganan MoU kerja sama program pemberdayaan bersama Lapas Kelas IIA Pamekasan.
Tak hanya itu, BIP Foundation juga meluncurkan program BIP Farm, sebuah konsep peternakan terpadu yang akan dikembangkan bersama pihak lapas sebagai sarana pembinaan ekonomi produktif. Program tersebut meliputi pengembangan peternakan ayam petelur hingga 10.000 ekor, pelatihan kewirausahaan, dan pembekalan keterampilan agar warga binaan memiliki bekal usaha setelah kembali ke tengah masyarakat. Menurut Ali Zainal Abidin, bantuan dan program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan harapan baru bagi mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum menyapa warga binaan di Pamekasan, sehari sebelumnya BIP Foundation menggelar kegiatan Muharram Bersama Ribuan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Kabupaten Sumenep. Lautan manusia memenuhi area Rumah Induk BIP Foundation. Tangis haru pecah ketika ribuan anak yatim menerima santunan, paket sembako, bantuan pendidikan, dan doa bersama. Dalam kesempatan itu, Ali Zainal Abidin mengingatkan bahwa memuliakan anak yatim merupakan jalan untuk meraih cinta Rasulullah SAW. “Jika ingin dicintai Rasulullah SAW, maka cintailah anak yatim. Jika ingin dekat dengan Rasulullah di akhirat, maka muliakan mereka dan jangan biarkan mereka merasa sendirian,” pesannya.

Gerakan BIP ternyata tidak berhenti di Madura. Dalam rangkaian BIP Tour Jatim, lembaga kemanusiaan tersebut sebelumnya juga menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Kabupaten Lamongan. Bantuan itu meliputi pembangunan masjid senilai Rp1 miliar, satu unit ambulans, dua ekor sapi, dukungan pembelian aset tanah yayasan, hingga program khusus pemberian uang saku Rp2 juta bagi pasien ODGJ yang dinyatakan sembuh agar dapat kembali beradaptasi dengan keluarga dan lingkungan sosialnya. Kehadiran BIP di yayasan tersebut bahkan menghadirkan suasana mengharukan ketika relawan, pengurus, dan pasien ODGJ bernyanyi, berbincang, serta makan bersama tanpa sekat.
Sejak berdiri pada tahun 2023, BIP Foundation memang dikenal konsisten menjalankan berbagai program kemanusiaan berskala besar. Mulai dari santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan kesehatan, bantuan penyandang disabilitas, bantuan lansia, bedah rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan, Live Sedekah Online, bantuan biaya pengobatan, bantuan modal usaha kecil, distribusi hewan kurban, pembangunan Rumah Tahfidz Ainun Bani, program khitan gratis bagi sekitar 1.000 anak, pembagian ribuan tas sekolah gratis, beasiswa pendidikan, hingga program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan dan pertanian.

Menurut H. Ali Zainal Abidin, seluruh program tersebut lahir dari satu keyakinan sederhana bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat kepada sesama. Karena itu, BIP Foundation akan terus bergerak menjangkau kelompok-kelompok yang membutuhkan perhatian, mulai dari anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, lansia, pasien ODGJ, hingga warga binaan pemasyarakatan.
“Kami percaya kemuliaan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari bagaimana masyarakatnya memperlakukan mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Selama masih ada yang membutuhkan bantuan, kami akan terus bergerak, terus berbagi, dan terus menghadirkan harapan,” tegasnya.
Dari ribuan anak yatim di Sumenep, warga binaan di Pamekasan, hingga pasien ODGJ di Lamongan, BIP Foundation terus mengirimkan pesan yang sama: kemanusiaan tidak boleh memilih, dan tidak seorang pun boleh merasa sendirian menghadapi kehidupan.
Penulis : Red








