Kirab Nawa Tirta Kencana Semarakkan Penutupan Grebek Suro 2026 di Kediri

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri- Puncak rangkaian Grebek Suro di Kelurahan Pesantren ditandai dengan pelaksanaan kirab budaya bertajuk “Merti Dusun Kirab Nawa Tirta Kencana” pada Sabtu (20/6). Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini menjadi wujud pelestarian tradisi dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam sekaligus memperkuat kebersamaan warga.

 

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjaga Sumber Kehidupan, Menyatukan Warga Menuju Kota Kediri yang MAPAN”, kegiatan ini bertujuan melestarikan tradisi dan budaya lokal, mempererat tali silaturahmi antarwarga, menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur, serta meningkatkan daya tarik wisata daerah sejalan dengan program D’Cito yang diinisiasi Wali Kota Kediri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Insani, Lurah Pesantren, menjelaskan bahwa Grebek Suro merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan untuk memperingati Tahun Baru Islam sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah. “Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, hiburan rakyat, dan sarana memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program D’Cito yang dicanangkan oleh Mbak Wali,” ujarnya.

 

Insani menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan rasa syukur masyarakat atas karunia Tuhan Yang Maha Esa semakin meningkat. Selain itu, seluruh warga dan Pemerintah Kota Kediri dapat memanjatkan doa bersama agar kehidupan masyarakat semakin baik dan sejahtera.

 

Rangkaian Grebek Suro diawali dengan kegiatan Gugur Gunung, yakni kerja bakti massal yang mencerminkan kuatnya semangat gotong royong, kebersamaan, dan persatuan masyarakat Kelurahan Pesantren. Selanjutnya dilakukan prosesi pengambilan air dari sembilan mata air yang kemudian ditempatkan dalam kendi-kendi untuk dikirab.

 

Salah satu sumber mata air diambil dari sebuah surau yang diyakini sebagai cikal bakal babad alas Kelurahan Pesantren yang berkaitan dengan tokoh leluhur Mbah Singomenggolo. Setelah itu, masyarakat melaksanakan kenduri di makam leluhur Kelurahan Pesantren sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

 

Prosesi utama berupa kirab budaya dimulai dari Lapangan Voli RW 04 dan berakhir di Kantor Kelurahan Pesantren. Kirab diawali dengan pembukaan dan fragmen babad alas Pesantren, dilanjutkan prosesi pecah kendi sebagai simbol rasa syukur dan pelestarian sumber kehidupan, kemudian peserta kirab berkeliling wilayah Kelurahan Pesantren.

 

Kirab diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari siswa TK hingga SMP, Fatayat NU, Muslimat NU, komunitas senam, kelompok jaranan, hingga warga sekitar. Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan keterlibatan pelaku UMKM lokal yang turut memamerkan dan menjajakan produk unggulannya.

 

Sebagai penutup, masyarakat memperebutkan gunungan tumpeng hasil bumi yang menjadi simbol kemakmuran dan keberkahan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Kempul Bujono atau makan bersama di Kantor Kelurahan Pesantren sebagai wujud kebersamaan seluruh warga.

 

Insani berharap kegiatan ini dapat terus menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat. Selain itu, potensi wisata daerah dapat terus dikembangkan dan hubungan silaturahmi antarwarga tetap terjaga. “Harapan saya melalui kegiatan ini tumbuh rasa memiliki bahwa kita mempunyai budaya yang harus dilestarikan, wisata yang harus dikembangkan, serta silaturahmi yang harus terus dijaga di tengah masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis : Purwasis

Berita Terkait

Gelar Rapat Sosialisasi Program Sekolah, SDN Pasongsongan 1 Sumenep Bersinergi dengan Orang Tua Siapkan Generasi Santun, Cerdas, dan Berprestasi
PERGAMA V 2026 di Bawean Gresik Resmi Ditutup, Cetak Penggalang Ma’arif Berkarakter dan Siap Menjadi Pemimpin
Dedikasi Tak Pernah Pudar, Kepala SMPN 1 Petarukan Kobarkan Semangat Guru Saat Lepas Tiga Pendidik Purna Tugas
Perkuat Pembelajaran STEM untuk Guru-Guru Surabaya, Program Studi S-2 Pendidikan Biologi FMIPA Unesa Melaksanakan Pengabdian di SMA Negeri 16 Surabaya
Pertemuan Rutin Paguyuban Wali Murid Kelas 1A-1B SDN PRANCAK II Sumenep Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Bangun Kemitraan Sejak Hari Pertama, SDN PRANCAK II Sumenep Gelar Paguyuban Wali Murid dan Luncurkan Program Belajar Malam MAJARLEHA
Rapat KKKS Pasongsongan Sumenep Bahas Penguatan Kepemimpinan Sekolah dan Persiapan HUT RI ke-81
Santri Sumenep Tembus Forum Internasional, Bupati dan BAZNAS Beri Dukungan Penuh Raih Prestasi Dunia

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Gelar Rapat Sosialisasi Program Sekolah, SDN Pasongsongan 1 Sumenep Bersinergi dengan Orang Tua Siapkan Generasi Santun, Cerdas, dan Berprestasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:57 WIB

PERGAMA V 2026 di Bawean Gresik Resmi Ditutup, Cetak Penggalang Ma’arif Berkarakter dan Siap Menjadi Pemimpin

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Dedikasi Tak Pernah Pudar, Kepala SMPN 1 Petarukan Kobarkan Semangat Guru Saat Lepas Tiga Pendidik Purna Tugas

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Perkuat Pembelajaran STEM untuk Guru-Guru Surabaya, Program Studi S-2 Pendidikan Biologi FMIPA Unesa Melaksanakan Pengabdian di SMA Negeri 16 Surabaya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Pertemuan Rutin Paguyuban Wali Murid Kelas 1A-1B SDN PRANCAK II Sumenep Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Berita Terbaru