SUMENEP – Festival Paseser Pasongsongan Paseser Patongtongan 2026 berlangsung spektakuler dan sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat. Pelabuhan Pasongsongan yang sehari-hari menjadi pusat aktivitas nelayan berubah total menjadi panggung budaya raksasa yang menampilkan kekayaan tradisi, kreativitas generasi muda, serta semangat masyarakat pesisir Kabupaten Sumenep.
Sejak pagi hingga malam hari, kawasan pesisir Pasongsongan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan salah satu agenda budaya terbesar yang masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Sumenep 2026 tersebut.
Puncak kemeriahan festival ditandai dengan penampilan kolosal 757 penari tongtong pelajar yang berhasil mengguncang kawasan pesisir dengan harmoni gerak dan irama yang memukau. Dentuman musik tongtong berpadu dengan semilir angin laut menciptakan suasana yang begitu megah dan berkesan bagi para pengunjung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorak sorai penonton berkali-kali menggema ketika ratusan penari menampilkan atraksi secara serempak. Penampilan itu menjadi simbol kuat semangat kebersamaan dan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Tak hanya menampilkan parade tongtong kolosal, festival juga diramaikan dengan Festival Kor-Dekoran dan Festival Pan-Sampanan yang menampilkan kreativitas masyarakat pesisir dalam mengemas tradisi menjadi tontonan yang menarik. Berbagai ornamen budaya dan kreasi khas nelayan menjadi daya tarik tersendiri yang memikat perhatian pengunjung.
Di sela kemeriahan festival, masyarakat juga disuguhkan berbagai penampilan seni tradisional yang menghidupkan suasana. Salah satu yang menyita perhatian adalah penampilan tembang macapat yang dibawakan dengan penuh penghayatan sehingga membuat penonton larut dalam suasana budaya yang kental.
Festival semakin lengkap dengan hadirnya Bazar UMKM Kampung Nelayan yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat pesisir. Puluhan pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan hasil olahan, kuliner khas, hingga produk kreatif lokal kepada para pengunjung.

Ketua Panitia Festival, E. Benny Widarman, menyampaikan bahwa kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat, panitia, pemerintah desa, serta para peserta yang telah mempersiapkan diri dengan maksimal.
Menurutnya, Festival Paseser Pasongsongan bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk memperkuat identitas budaya pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.
Pemerintah Desa Pasongsongan juga memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya pesisir Pasongsongan ke tingkat yang lebih luas.
Di bawah cahaya lampu panggung dan panorama laut yang memukau, Festival Paseser Pasongsongan 2026 menjadi bukti bahwa budaya lokal masih hidup dan dicintai masyarakat. Perhelatan ini tidak hanya menghadirkan tontonan spektakuler, tetapi juga mempertemukan laut, tradisi, ekonomi rakyat, dan generasi muda dalam satu panggung besar kebanggaan masyarakat pesisir Sumenep.
Penulis : Red








