BAWEAN – Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun menggelar santunan kepada 50 anak yatim se-Desa Daun di Pondok Patekang, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Selasa malam (30/6/2026). Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan tali asih kepada lima warga di RT Dusun Daunselatan, Desa Daun.
Kegiatan tersebut dihadiri Manager Pemeliharaan PT PLN Nusantara Power Irfan Ardiansyah, Asisten Manager SDM Umum Arif Wibowo, Asisten Manager Lingkungan Berta Ryza Harsativa, unsur Disparekrafbudpora, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, tokoh masyarakat, warga, serta anak-anak yatim penerima santunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mewakili Pokmaswas Hijau Daun, tokoh masyarakat Desa Daun, Abdul Aziz, mengatakan santunan kepada anak yatim merupakan bagian dari komitmen sosial yang selalu dilakukan dalam setiap kegiatan organisasi.
“Ibadah yang baik bukan hanya salat dan puasa, tetapi seberapa banyak kita mampu meringankan beban orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia,” ujarnya.
Menurut Aziz, nilai kepedulian tersebut menjadi dasar berdirinya Pokmaswas Hijau Daun. Organisasi itu lahir sekitar 2013 dari keprihatinan terhadap kondisi pesisir Desa Daun yang mengalami abrasi cukup parah.
“Saat itu sekitar 49 hektare kawasan pesisir tidak bisa ditanami apa pun akibat abrasi. Berangkat dari rasa prihatin, Pak Subhan bersama rekan-rekannya mulai menanam mangrove agar abrasi tidak semakin meluas,” katanya.
Upaya pelestarian tersebut kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sejak 2019, Pokmaswas Hijau Daun menjalin kerja sama dengan PT PJB yang kini telah bertransformasi menjadi PT PLN Nusantara Power.

“Terima kasih kepada PT PLN Nusantara Power yang hingga kini tetap konsisten mendukung pelestarian mangrove di Desa Daun. Dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat,” ucap Aziz.
Ia menambahkan, nama Hijau Daun terinspirasi dari hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa bumi ini hijau dan manusia sebagai khalifah berkewajiban menjaga serta merawatnya.
“Karena itu, setiap kegiatan yang kami laksanakan selalu melibatkan anak-anak yatim. Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. Tidak ada yang sempurna, tetapi kami akan terus berusaha menjadi lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Manager Pemeliharaan PT PLN Nusantara Power, Irfan Ardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia menjelaskan, perusahaan yang sebelumnya bernama PT PJB resmi berganti nama menjadi PT PLN Nusantara Power pada 2023 sebagai bagian dari transformasi di lingkungan PT PLN (Persero).
“Bawean menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian kami. PT PLN Nusantara Power berkomitmen mendukung program lingkungan maupun kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Irfan, pada tahun ini PT PLN Nusantara Power menyalurkan sekitar 10 ribu bibit mangrove untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir di Pulau Bawean.
“Semoga bibit mangrove yang telah ditanam dapat membantu mengurangi abrasi dan menjaga kelestarian garis pantai. Manfaatnya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang,” ujarnya.

Ia mengaku terkesan melihat perkembangan kawasan Mangrove Hijau Daun yang kini telah menghijau. Dari menara pandang, hamparan mangrove terlihat tumbuh subur di kawasan yang dahulu mengalami abrasi hingga sekitar 49 hektare.
“Ini membuktikan bahwa upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan hasil nyata. Kelestarian lingkungan pada akhirnya juga akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan menjadi momentum memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan PT PLN Nusantara Power dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di Pulau Bawean.
Penulis : Abd Hamid







