PROBOLINGGO – Suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti lobi samping Mapolres Probolinggo, Rabu (1/7/2026). Di tempat ini, deru mesin kendaraan di jalanan seolah senyap sejenak, berganti dengan lantunan doa dan rasa syukur dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-80.
Bukan sekadar seremonial, momentum potong tumpeng tahun ini menjadi simbol kuatnya rajutan sinergi antarlini di Kabupaten Probolinggo. Polri, pemerintah daerah, TNI, hingga jajaran fungsionaris hukum melebur dalam satu visi,menjaga kondusivitas bumi Probolinggo.
Acara yang berlangsung bersahaja namun sarat makna ini dihadiri oleh jajaran penting Forkopimda. Tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo.Kekuatan sinergi TNI-Polri juga terpancar lewat kehadiran Komandan Yonif TP 836/Brahma Yodha Letkol Inf. Faishal Riza serta perwakilan Kodim 0820 Probolinggo.Kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Probolinggo beserta pengurus dan seluruh personel Polres semakin melengkapi kehangatan acara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncak rasa syukur ditandai saat jemari Sekda Ugas Irwanto dan Kapolres AKBP M. Wahyudin Latif bersama-sama memotong tumpeng. Potongan nasi kuning tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan anggota Polres Probolinggo. Sebuah gestur sederhana yang melambangkan apresiasi atas pengabdian tanpa lelah selama delapan dekade.
Hari Bhayangkara ke-80 ini juga menjadi panggung apresiasi bagi mereka yang bergerak di garda terdepan. Polres Probolinggo memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah kepala desa dan anggota kepolisian. Prestasi yang mereka torehkan, baik di tingkat Polres Probolinggo maupun Polda Jawa Timur, menjadi bukti bahwa dedikasi tidak pernah mengkhianati hasil.
Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, dalam takzimnya menyampaikan bahwa tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan usang. Tema ini adalah cerminan nyata dari dedikasi Polri yang terus bertransformasi menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Kami dari jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo benar-benar merasakan kehadiran Polres Probolinggo di tengah masyarakat. Saat masyarakat membutuhkan, jajaran Polres selalu hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Itu adalah bentuk pengabdian yang patut diapresiasi,” puji Ugas hangat.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melempar pujian balik kepada seluruh elemen Forkopimda dan masyarakat. Baginya, rasa aman yang dinikmati warga Probolinggo hari ini adalah buah dari kerja kolektif, bukan kerja satu instansi semata.
“Saya berterima kasih sekali atas sinergitas yang selama ini sudah terjalin. Berkat sinergitas tersebut, tentunya kondusivitas, kenyamanan, keamanan, dan kamtibmas di Kabupaten Probolinggo senantiasa terjaga dan terkendali,” ungkap AKBP M. Wahyudin Latif.
Kapolres Latif menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, momentum usia ke-80 ini harus menjadi bahan bakar baru untuk mempererat soliditas antar-pemangku kepentingan.
“Kami berharap dengan momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini seluruh pemangku kepentingan semakin meningkatkan soliditas. Kami juga berharap seluruh pihak dan elemen masyarakat terus bersama-sama menciptakan kondusivitas di Kabupaten Probolinggo sehingga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban dapat terus terjaga,” pungkasnya menutup perbincangan.
Penulis : Moch Solihin







