BAWEAN – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gresik bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan lebih awal dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 sekaligus memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan dihadiri Camat Sangkapura, unsur Koramil Sangkapura, unsur Kepolisian, Manager Pemeliharaan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gresik Irfan Ardiansyah, Asisten Manager SDM Umum Arif Wibowo, Asisten Manager Lingkungan Berta Ryza Harsativa, unsur Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta anggota Pokmaswas Hijau Daun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Pokmaswas Hijau Daun, Sekretaris Desa Daun, Syahidan, S.Ag, mengatakan Hari Mangrove Sedunia sejatinya diperingati setiap 26 Juli. Namun, kegiatan penanaman mangrove di Desa Daun dilaksanakan lebih awal karena menyesuaikan dengan berbagai agenda yang telah dijadwalkan.
“Walaupun dilaksanakan lebih awal, hal itu tidak mengurangi esensi dan makna Hari Mangrove Sedunia. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Syahidan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini akan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat dan menjadi warisan yang akan kita tinggalkan kepada anak cucu di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Camat Sangkapura Umar Junid, S.Sos., M.M., mengatakan Mangrove Hijau Daun telah menjadi pelopor pelestarian mangrove yang tidak hanya dikenal di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan mulai mendapat perhatian dari berbagai pihak di tingkat internasional.
“Pokmaswas Hijau Daun menjadi perintis pelestarian mangrove. Saat ini banyak pihak yang datang untuk belajar, termasuk dari kalangan perguruan tinggi. Berbagai jenis mangrove telah berhasil dibudidayakan di sini, padahal tidak semua tempat memiliki kondisi yang mendukung pertumbuhannya,” ujarnya.
Menurut Umar, Pulau Bawean membutuhkan lebih banyak sosok yang memiliki kepedulian dan semangat seperti yang ditunjukkan Ketua Pokmaswas Hijau Daun, Subhan, bersama para anggotanya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia juga mengingatkan bahwa Bawean masih menghadapi persoalan serius akibat pengambilan pasir pantai yang berdampak terhadap abrasi.
“Kita memang membutuhkan pasir, tetapi pengambilan pasir pantai yang tidak terkendali memberikan dampak besar terhadap lingkungan. Salah satu contohnya adalah Pulau Noko Gili yang mengalami abrasi hingga sekitar sembilan meter. Jika tidak ada solusi bersama, bukan tidak mungkin ke depan kita akan kehilangan pulau tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Manager Pemeliharaan PT PLN Nusantara Power UP Gresik, Irfan Ardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya di wilayah pesisir Pulau Bawean.
Menurutnya, mangrove memiliki fungsi yang sangat penting, tidak hanya sebagai pelindung pantai dari ancaman abrasi, tetapi juga sebagai penopang ekosistem pesisir yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Mangrove bukan hanya berfungsi menahan abrasi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang baik bagi berbagai biota. Saat kami melihat langsung kawasan ini, Alhamdulillah mangrovenya sudah tumbuh dengan baik. Ini menunjukkan ekosistem mulai terjaga dan memberikan dampak positif terhadap sektor perikanan, pertanian, hingga pariwisata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembangkitan listrik dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Pulau Bawean, PT PLN Nusantara Power tidak hanya berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan.
“Tahun ini kami berkontribusi melalui penanaman 10.000 bibit mangrove. Kami berharap program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Bawean, khususnya di Desa Daun, baik dalam menjaga lingkungan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Irfan menambahkan, sinergi antara PT PLN Nusantara Power dan Pokmaswas Hijau Daun telah terjalin sejak 2015 dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Alhamdulillah, sejak 2015 kami telah bersinergi dengan Pokmaswas Hijau Daun. Kini kolaborasi itu terus berlanjut lintas generasi. Semoga kerja sama ini semakin kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Bawean,” pungkasnya.
Melalui penanaman 10.000 bibit mangrove tersebut, PT PLN Nusantara Power UP Gresik bersama Pokmaswas Hijau Daun berharap dapat memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi, menjaga kelestarian ekosistem pesisir, meningkatkan habitat berbagai biota laut, serta mendorong pertumbuhan sektor perikanan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Penulis : Abd Hamid







