PEMALANG – Kabar menggembirakan bagi pecinta seni dan budaya tradisional datang dari wilayah Pantura Jawa Tengah. Anggota DPR RI, Rizal Bawazier, berencana menjadikan pagelaran wayang kulit sebagai agenda budaya tetap yang digelar dua kali setiap tahun di Kabupaten Pemalang dan Kota/Kabupaten Pekalongan.
Komitmen tersebut disampaikan Rizal Bawazier saat menghadiri pentas budaya dan santunan anak yatim di Desa Kendalsari, Kabupaten Pemalang, Jumat (3/7). Menurutnya, pelestarian budaya daerah harus menjadi perhatian bersama agar warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Rizal Bawazier menegaskan, wayang kulit bukan sekadar hiburan, melainkan media edukasi yang sarat dengan nilai moral, kebijaksanaan, dan filosofi kehidupan. Karena itu, ia ingin pagelaran wayang kulit terus hadir dan dinikmati masyarakat secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wayang kulit adalah identitas bangsa yang harus kita rawat bersama. Komitmen ini adalah bentuk kehadiran negara untuk terus menghidupkan kesenian tradisional di tengah masyarakat,” ujar Rizal Bawazier, Minggu (5/7).
Legislator dari PKS tersebut mengatakan, pagelaran wayang kulit direncanakan digelar secara rutin dua kali dalam setahun, bertepatan dengan momen-momen penting, seperti menyambut Tahun Baru Islam serta tradisi Ruwat Bumi atau Sedekah Bumi yang masih kuat dijaga masyarakat pesisir utara Jawa Tengah.
Ia juga memastikan pementasan akan melibatkan dalang-dalang lokal dari Pemalang dan Pekalongan sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku seni daerah sekaligus upaya regenerasi budaya.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, pagelaran wayang kulit juga diyakini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ratusan pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) direncanakan dilibatkan di sekitar lokasi kegiatan sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.
Rencana tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah seorang warga Pemalang, Sumedi (64), mengaku antusias dan berharap program tersebut benar-benar dapat diwujudkan.
“Banyak warga berharap pagelaran wayang kulit rutin diadakan. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga dapat memotivasi generasi muda agar semakin mencintai dan melestarikan budaya asli Indonesia,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan yang direncanakan berlangsung secara rutin dua kali dalam setahun, pagelaran wayang kulit diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya Nusantara, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat potensi daerah di Kabupaten Pemalang dan Kota/Kabupaten Pekalongan.
Penulis : Ragil







