Dandim Sumenep Resmi Buka Kontes Bonsai se-Jatim, 635 Karya Adu Prestise

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf. Citra Persada secara resmi membuka Pameran dan Kontes Bonsai Lokal Terbuka se-Jawa Timur di Desa Tengedan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, yang diikuti ratusan peserta dan menampilkan 635 bonsai terbaik dari berbagai daerah.

Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf. Citra Persada secara resmi membuka Pameran dan Kontes Bonsai Lokal Terbuka se-Jawa Timur di Desa Tengedan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, yang diikuti ratusan peserta dan menampilkan 635 bonsai terbaik dari berbagai daerah.

SUMENEP – Ratusan karya bonsai terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Desa Tengedan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. Keindahan seni tanaman kerdil itu menjadi pusat perhatian dalam Pameran dan Kontes Bonsai Lokal Terbuka se-Jawa Timur yang secara resmi dibuka oleh Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf. Citra Persada, Sabtu (25/7/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya itu diikuti peserta dari Jember, Bondowoso, Lamongan, Gresik, Surabaya, hingga berbagai kabupaten di Pulau Madura.

Sebanyak 635 pohon bonsai dipertandingkan dalam tujuh kelas. Dari masing-masing kelas dipilih 10 bonsai terbaik sebelum memperebutkan gelar Best in Show dan Bonsai Favorit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Letkol Inf. Citra Persada mengapresiasi Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PBBI) Kabupaten Sumenep, Hinbons, Pemerintah Desa Tengedan, dan seluruh panitia yang sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan seni bonsai karena didukung kekayaan hayati yang melimpah. Ditambah lagi, perkembangan media sosial membuka peluang lebih luas bagi para pegiat bonsai untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas pasar.

“Merawat bonsai bukan sekadar hobi. Bagi saya, ini menjadi terapi yang melatih kesabaran, ketelitian, sekaligus menjaga keseimbangan pikiran,” ujar Dandim.

Ia menegaskan, bonsai juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila ditekuni secara serius dan profesional.

“Bonsai adalah karya seni yang memiliki nilai jual tinggi. Jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, hobi ini bisa berkembang menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, Dandim mengibaratkan proses merawat bonsai sebagai cerminan membangun bangsa. Menurutnya, keberhasilan hanya akan lahir melalui kesabaran, ketekunan, dan kecintaan terhadap proses.

“Merawat bonsai mengajarkan kita mencintai proses. Semangat yang sama harus kita terapkan dalam membangun daerah, memperkuat persatuan, dan menjaga kebersamaan,” tegasnya.

Ia berharap pameran dan kontes bonsai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mempererat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, komunitas bonsai, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sumenep.

Usai memberikan sambutan, Letkol Inf. Citra Persada mewakili Danrem 084/Bhaskara Jaya secara resmi membuka kontes dengan melakukan pemotongan pita dan penancapan bendera pada bonsai terbaik di setiap kelas sebagai tanda dimulainya kompetisi.

Penulis : Red

Berita Terkait

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah
Festival Gogoh Iwak di Soso, Bupati Blitar Rijanto Dorong Potensi Wisata Desa Berbasis Kearifan Lokal
Sambut Hari Jadi Sumenep ke-757, Pemerintah Desa Pinggirpapas Wadahi Bakat Seni Lewat Lomba Karaoke Dangdut se-Madura di Cafe Lotus
Jelajah Pantai Lombang, Madura 4×4 Offroad 2026 Hadirkan Komunitas Kijang, N-Max dan PAMDAS Musik
Karhutla Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Wagub Jatim Tinjau Langsung Penanganan Darurat
Gowes ke RTH Baru, Mbak Wali Kerja Bakti Bersih-bersih Sungai
Batuputih Sumenep Punya Segalanya! Pantai Indah, Tembakau Berkualitas hingga Tradisi Ojung yang Mendunia
Tebing Curam Hadang Pemadaman, BPBD Probolinggo Intai Titik Api Terakhir di Gunung Ringgit

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Festival Gogoh Iwak di Soso, Bupati Blitar Rijanto Dorong Potensi Wisata Desa Berbasis Kearifan Lokal

Rabu, 30 September 2026 - 13:50 WIB

Sambut Hari Jadi Sumenep ke-757, Pemerintah Desa Pinggirpapas Wadahi Bakat Seni Lewat Lomba Karaoke Dangdut se-Madura di Cafe Lotus

Selasa, 1 September 2026 - 13:09 WIB

Jelajah Pantai Lombang, Madura 4×4 Offroad 2026 Hadirkan Komunitas Kijang, N-Max dan PAMDAS Musik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Karhutla Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Wagub Jatim Tinjau Langsung Penanganan Darurat

Berita Terbaru