SUMENEP – Siapa sangka, di balik bentang alam kapur yang selama ini identik dengan kawasan kering, Kecamatan Batuputih justru menyimpan kekayaan alam, budaya, dan potensi ekonomi yang luar biasa. Wilayah di pesisir utara Kabupaten Sumenep ini kini mulai menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu calon pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata, kelautan, pertanian, dan UMKM.
Secara historis, Batuputih memiliki jejak panjang sebagai wilayah yang berkaitan dengan Keraton Sumenep pada masa Arya Wiraraja. Kini, kawasan tersebut tak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menawarkan panorama pesisir yang memikat serta tradisi budaya yang masih lestari.
Camat Batuputih, Muhammad Suharjono, menjelaskan bahwa sektor kelautan menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa menjadikan wilayah ini kaya hasil tangkapan ikan sekaligus memiliki peluang besar untuk pengembangan budidaya laut dan industri olahan hasil perikanan berbasis UMKM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sektor pertanian, Batuputih dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau berkualitas di Kabupaten Sumenep. Selain itu, jagung, palawija, dan kelapa juga menjadi komoditas unggulan yang menopang kehidupan masyarakat setempat.
Tak berhenti di situ, pesona wisata Batuputih semakin lengkap dengan keindahan Pantai Badur yang menghadirkan hamparan pasir putih, perpaduan muara sungai, serta tebing kapur yang menciptakan panorama khas pesisir utara Madura. Potensi ekowisata ini dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Batuputih juga memiliki warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat, yakni tradisi Ojung. Atraksi dua petarung bertelanjang dada yang saling menyabet menggunakan rotan ini bukan sekadar pertunjukan adu ketangkasan, melainkan ritual turun-temurun yang dahulu digelar sebagai doa memohon turunnya hujan saat musim kemarau panjang.
Diiringi dentuman musik saronen, suasana Ojung selalu memancarkan semangat sekaligus nilai sportivitas. Meski berlangsung penuh ketegangan, para petarung selalu mengakhiri pertandingan dengan saling berpelukan sebagai simbol persaudaraan tanpa dendam.
Seiring perkembangan zaman, Ojung telah bertransformasi dari ritual sakral menjadi atraksi budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Dengan kekayaan sumber daya alam, pesona wisata bahari, budaya yang tetap hidup, serta dukungan pengembangan UMKM dan infrastruktur, Kecamatan Batuputih dinilai memiliki peluang besar menjadi destinasi unggulan sekaligus simpul ekonomi baru di wilayah utara Kabupaten Sumenep.







