Kediri- Guna memastikan kesiapan mental dan fisik calon Paskibraka sebelum mengikuti pemusatan latihan, Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyelenggarakan kegiatan Tantingan, Kamis (30/7) di Ruang BKPSDM. Tahap tantingan ini diikuti oleh 70 calon Paskibraka yang merupakan pelajar terpilih tingkat SLTA se-Kota Kediri. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi kondisi kesehatan peserta, mengingat pada tahap sebelumnya terdapat beberapa calon Paskibraka yang mengalami cedera maupun gangguan kesehatan.
Salah satu peserta Ali Solahudin, siswa SMA Negeri 7 Kota Kediri membagikan pengalamannya dalam mengikuti seleksi Paskibraka. Ia menuturkan motivasinya mengikuti Paskibraka ialah ingin membanggakan orang tuanya. Ia merasa bersemangat, terharu dan bangga setiap kali mendengar derap langkah pasukan Paskibraka. Untuk menghadapi seleksi, Ali mengaku telah menyiapkan fisiknya jauh hari melalui rutinitas olahraga seperti sepak bola dan futsal sejak SMP. Untuk persiapan seleksi, dirinya belajar untuk pemantapan materi TWK dan TIU.
Bagi Ali, tahap Kesamaptaan menjadi tantangan paling berkesan karena seluruh peserta berjuang keras menunjukkan performa fisik terbaiknya. Meski tidak menghadapi kendala selama proses seleksi, Ali mengaku sempat merasa gugup. Rasa gugup tersebut kemudian Ia atasi dengan menanamkan kesadaran dalam dirinya bahwa kesempatan ini adalah wujud dari doa yang selama ini Ia harapkan. Berbekal dukungan penuh dari keluarga dan teman-teman sekolahnya, Ali berharap generasi muda di Kota Kediri dapat terus menanamkan rasa cinta tanah air yang lebih mendalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbeda dengan Kaima Adnan Husna, siswi MAN 1 Kota Kediri yang menceritakan motivasinya mengikuti seleksi Paskibraka adalah impiannya sejak kecil. Pengalaman menjadi Paskibraka juga sudah Ia rasakan sejak di bangku MTs. Dari tahap Tantingan ini, Kaima memperoleh pelajaran berharga yakni pembentukan karakter serta wawasan kebangsaan. “Dari fisik dan mental alhamdulillah sudah dilatih sehingga siap mengikuti pemusatan latihan, dari orang tua juga selalu memberikan doa dan semangat. Semoga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus nanti dapat berjalan lancar serta mampu menginspirasi penerus Paskibraka berikutnya untuk semakin cinta tanah air,” pungkasnya.
Secara terpisah, Plt Kepala Bakesbangpol Samsul Bahri menegaskan seluruh calon Paskibraka menyatakan kesiapan dan tidak ada yang mengundurkan diri. “Hari ini kita pastikan para calon Paskibraka benar-benar siap mengikuti pemusatan latihan yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 15 Agustus di Lapangan Brawijaya. Berbeda dengan tahun lalu ada satu orang mundur saat tantingan dan harus digantikan nomor urut berikutnya, alhamdulillah tahun ini seluruh calon Paskibraka menyatakan siap untuk mengikuti seluruh tahapan,” ujarnya.
Selanjutnya, pengukuhan calon Paskibraka dijadwalkan pada 15 Agustus sore hari, dilanjutkan dengan gladi dan persiapan akhir pada 16 Agustus sebelum bertugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus nanti.
Selain persiapan fisik, para calon Paskibraka juga mendapatkan pembekalan materi dan pengarahan langsung dari jajaran Forkopimda Kota Kediri. Antara lain dari Polres Kediri Kota, Pj. Sekretaris Daerah hingga Ketua DPRD Kota Kediri yang berbagi pengalaman dan memberikan pembekalan karakter dan kiat meraih cita-cita kepada calon Paskibraka.
Adapun untuk seleksi dan penjaringan Paskibraka tahun ini, Samsul menjelaskan seluruh proses berpedoman penuh pada aturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat yang berlaku secara nasional. Dengan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), pemeriksaan kesehatan, parade Peraturan Baris Berbaris (PBB), tes kesamaptaan jasmani, hingga seleksi kepribadian melalui wawancara. “Seluruh proses menggunakan aplikasi bernama Transparansi Paskibraka. Mulai Pendaftaran awal, pengunggahan berkas, hingga pengumuman nilai tercantum secara transparan di aplikasi tersebut,” tuturnya.
Dengan tim seleksi yang terdiri dari gabungan unsur seperti Kodim 0809, Brigif 16 Wira Yudha, Dinas Kesehatan, Disbudparpora, Bakesbangpol serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Kediri. Tahun ini tercatat lebih dari 400 siswa dari jenjang SMA/MA di Kota Kediri mengikuti proses seleksi. Setelah melalui tahapan seleksi dengan sistem gugur, terpilih 72 peserta yang terdiri dari 36 putra dan 36 putri. Dari jumlah tersebut, 70 peserta akan bertugas sebagai Paskibraka Kota Kediri, sementara dua peserta terbaik dipercaya mewakili Kota Kediri pada seleksi dan penugasan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
Samsul berharap seluruh peserta mampu menjaga kondisi kesehatan, mematuhi seluruh aturan selama proses pelatihan maupun dalam kehidupan sehari-hari, serta terus membangun mental yang kuat sebagai fondasi ketahanan fisik. Dengan persiapan yang matang, para calon Paskibraka diharapkan mampu mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar Bendera Merah Putih sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, disiplin dan jiwa kepemimpinan.
Penulis : Bimo







