PROBOLINGGO – Keberhasilan Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo dalam menerapkan sistem digitalisasi pengawasan keuangan dan tata kelola desa kini menjadi magnet bagi daerah lain. Terbukti, Komisi I DPRD Kabupaten Bondowoso memboyong rombongannya untuk melakukan koordinasi dan konsultasi langsung ke Kantor Inspektorat Kabupaten Probolinggo pada Rabu (29/7/2026).
Rombongan tamu yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bondowoso, Imam Khalid Andi Wijaya, membawa 11 anggota Komisi I beserta unsur pendamping. Mereka disambut hangat oleh Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo, Bagus Abdul Goffur, yang didampingi jajaran Inspektur Pembantu, Auditor Madya, serta tim fungsional di ruang pertemuan kantor setempat.Kunjungan kerja ini bertujuan mendalami jurus sukses Kabupaten Probolinggo dalam merancang sistem digital pengawasan. Inovasi ini dinilai ampuh mendukung tata kelola pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Probolinggo, Bagus Abdul Goffur, menegaskan bahwa digitalisasi adalah solusi konkret di tengah keterbatasan jumlah auditor dan pejabat pengawas.“Pemanfaatan teknologi informasi mampu mempercepat proses monitoring, mempermudah pengendalian, serta meningkatkan akurasi pelaporan sehingga fungsi pengawasan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Bagus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagus menyebut momentum ini sebagai wadah saling berbagi praktik baik (best practice). Sistem digital yang dibangun terbukti tidak hanya mempermudah kerja auditor, tetapi juga mempercepat pengawasan menyeluruh terhadap Perangkat Daerah hingga ke tingkat desa.Apresiasi tinggi datang dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bondowoso, Imam Khalid Andi Wijaya. Ia blak-blakan memilih Probolinggo sebagai lokasi studi tiru karena sistem digitalisasi pengawasannya selangkah lebih maju dibanding daerah lain.
Hasil kunjungan ini akan diadopsi untuk menyempurnakan sistem serupa yang tengah dikembangkan di Bondowoso.“Banyak inovasi dan fitur yang kami pelajari hari ini untuk memperkuat sistem yang sudah kami miliki agar pengawasan di Kabupaten Bondowoso semakin efektif dan transparan,” kata Andi.
Kebutuhan ini dinilai mendesak bagi Bondowoso yang membawahi 201 desa dan 10 kelurahan. Karakteristik wilayah Probolinggo yang beragam, mulai dari pegunungan hingga pesisir, dianggap sukses ditaklukkan oleh sistem digital milik Inspektorat Probolinggo.
“Kami berharap hasil studi tiru ini dapat menjadi bekal untuk mempercepat transformasi digital pengawasan di Kabupaten Bondowoso sehingga tata kelola pemerintahan desa semakin baik dan akuntabel,” tutup Andi.
Penulis : Moch Solihin







